Ringkasan Berita:
- Defisiensi vitamin D dialami sekitar 35 persen orang dewasa AS, sementara lebih dari separuh warga Amerika tidak memenuhi kebutuhan magnesium harian
- Keduanya dipicu oleh pola makan olahan, kurang paparan sinar matahari, dan gaya hidup modern.
- Magnesium dan vitamin D saling berkaitan secara biologis: tubuh membutuhkan magnesium untuk mengaktifkan vitamin D, sehingga kekurangan magnesium bisa membuat suplemen vitamin D menjadi tidak efektif
TRIBUNNEWS.COM - Sementara beberapa kekurangan vitamin dan mineral sangat jarang terjadi di Amerika Serikat, sebagian lainnya cukup umum dan dapat berdampak besar pada kesehatan secara keseluruhan.
Mengutip Prevention, jika Anda membandingkan defisiensi magnesium versus vitamin D, misalnya, keduanya adalah nutrisi yang sangat penting namun banyak orang tidak mendapatkannya dalam jumlah yang cukup.
Narasumber ahli: Kathleen Garcia-Benson, R.D.N., ahli gizi terdaftar dari VNutrition; dan Stephanie Crabtree, M.S., R.D., ahli gizi holistik di Venice, Florida.
"Defisiensi vitamin D lebih sering terdiagnosis di AS, namun asupan magnesium yang rendah juga sangat meluas dan sering tidak terdeteksi," kata Kathleen Garcia-Benson.
Seberapa Umum Defisiensi Magnesium?
Menurut Cleveland Clinic, hanya sekitar 2% orang dewasa sehat yang kekurangan magnesium hingga menimbulkan gejala nyata. Namun, asupan magnesium yang rendah — yakni kurang dari 310 hingga 420 miligram per hari — jauh lebih tersebar luas.
"Lebih dari separuh warga Amerika tidak memenuhi kebutuhan magnesium dari makanan," kata Stephanie Crabtree. "Banyak orang tidak mengonsumsi cukup makanan utuh kaya magnesium, dan pola makan berbasis makanan olahan cenderung menggantikan makanan tersebut."
Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa praktik pertanian dan pengolahan modern secara drastis mengurangi kandungan magnesium dalam makanan yang secara tradisional kaya mineral ini, sehingga semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan dari makanan saja.
Crabtree juga menjelaskan bahwa stres kronis meningkatkan kebutuhan tubuh akan magnesium. Garcia-Benson menambahkan bahwa obat-obatan umum tertentu seperti diuretik, antibiotik, dan penghambat pompa proton juga dapat menyebabkan hilangnya magnesium dari tubuh.
Menurut NIH, magnesium berperan penting dalam menjaga tekanan darah dan kadar gula darah, produksi energi, serta fungsi otot dan saraf. Gejala kekurangan magnesium dapat meliputi kram otot, kecemasan, detak jantung tidak teratur, sakit kepala, dan gangguan tidur.
Baca juga: Tak Hanya Susu, Ini 7 Makanan dan Minuman Kaya Vitamin D yang Jarang Diketahui Ibu-Ibu
Seberapa Umum Defisiensi Vitamin D?
Sekitar 35% orang dewasa Amerika kekurangan vitamin D. Ada tiga cara mendapatkan vitamin D: melalui paparan sinar matahari, makanan, dan suplemen.
"Di wilayah utara AS, sinar UVB tidak cukup kuat di beberapa bulan tertentu untuk memproduksi vitamin D dari paparan matahari," jelas Crabtree. Gaya hidup di dalam ruangan, kebiasaan perlindungan dari sinar matahari, dan pigmentasi kulit yang lebih gelap juga dapat mengurangi sintesis vitamin D.
Vitamin D secara alami tidak banyak ditemukan dalam makanan. Sumber utamanya antara lain minyak hati ikan kod, ikan berlemak, jamur tertentu, dan telur. Banyak orang mengandalkan makanan yang diperkaya vitamin D seperti susu dan sereal, namun kandungannya sering kurang dari 20% kebutuhan harian yang dianjurkan sebesar 15 mikrogram per hari.
Gejala defisiensi vitamin D antara lain kelelahan, keringat berlebih, nyeri sendi, serta tanda-tanda kelemahan tulang seperti mudah jatuh, patah tulang, atau diagnosis osteopenia dan osteoporosis.
Kaitan Antara Defisiensi Magnesium dan Vitamin D
Magnesium dan defisiensi vitamin D saling berkaitan erat. "Magnesium diperlukan untuk mengaktifkan vitamin D dalam tubuh," jelas Garcia-Benson. "Kekurangan magnesium dapat membuat vitamin D menjadi kurang efektif." Sebuah studi dalam Clinical Kidney Journal mengonfirmasi bahwa defisiensi magnesium dapat menyebabkan penurunan konsentrasi vitamin D dalam tubuh.
"Inilah salah satu alasan mengapa kadar vitamin D tidak selalu membaik seperti yang diharapkan hanya dengan suplemen saja," catat Crabtree. Membenahi defisiensi vitamin D mungkin juga memerlukan perhatian terhadap status magnesium Anda.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Anda Menduga Kekurangan?
Jika Anda menduga mengalami kekurangan magnesium atau vitamin D, Crabtree menyarankan untuk pertama-tama berkonsultasi dengan tenaga kesehatan yang dapat memesan tes yang sesuai.
"Vitamin D dapat diuji secara langsung. Status magnesium lebih sulit dinilai melalui tes darah standar, dan dalam beberapa kasus mungkin diperlukan tes khusus seperti magnesium sel darah merah (RBC)."
Dari sana, Anda dapat menentukan langkah terbaik yang mungkin mencakup suplemen dan penyesuaian pola makan. Semakin personal panduan yang Anda dapatkan, semakin cepat hasilnya terlihat.
Suplemen makanan adalah produk yang dimaksudkan untuk melengkapi diet. Bukan obat dan tidak dimaksudkan untuk mengobati atau mencegah penyakit. Berhati-hatilah dalam mengonsumsi suplemen jika Anda sedang hamil atau menyusui.
(*)
Baca tanpa iklan