News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Wabah Hantavirus

Ramai Kabar Penyebaran Hantavirus, Amankah Liburan Naik Kapal Pesiar? Ini Tips dari Pakar

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

HANTAVIRUS - Tiga penumpang tewas di kapal pesiar Atlantik akibat dugaan hantavirus, WHO selidiki wabah langka di tengah laut. Kini, Muncul kekhawatiran berlibur dengan kapal pesiar usai kabar menyebarnya hantavirus santer jadi sorotan internasional.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:

  • Ramai kabar menyebarnya hantavirus atau virus hanta.
  • Muncul kekhawatiran berlibur dengan kapal pesiar usai kabar ini santer jadi sorotan internasional.
  • Amankah liburan dengan kapal pesiar? Ini penjelasan ahli.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menjelang musim liburan sekolah, kapal pesiar kembali menjadi salah satu pilihan wisata keluarga yang diminati masyarakat.

Namun belakangan, muncul kekhawatiran berlibur dengan kapal pesiar mengingat ramai kabar menyebarnya hantavirus atau virus hanta.

Baca juga: WHO Buka Suara soal Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Bahayakah?

Hantavirus disebut menyebabkan kematian setelah menyebar di kapal pesiar internasional . Kasus ini juga  sempat menjadi sorotan dunia.

Meski begitu, Guru Besar Bidang Ilmu PD3I Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya sekaligus Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof DR Dr Dominicus Husada DTM&H MCTM(TP), meminta masyarakat tidak panik berlebihan.

Menurutnya, risiko penularan virus hanta tetap jauh lebih rendah dibanding Covid-19 atau influenza.

“Jadi memang karena ini bukan Covid-19, bukan influenza, cara penyebarannya sangat berbeda, maka risiko untuk menjadi sangat meluas menurut saya sangat kecil,” ujar Prof Dominicus dalam media briefing virtual, Jumat (9/5/2026). 

Ia menegaskan masyarakat tetap bisa bepergian dan berlibur, termasuk menggunakan kapal pesiar, selama menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat.

Tidak Perlu Takut Berlebihan

Prof Dominicus mengatakan hingga kini virus hanta bukan penyakit baru.

Kasusnya sudah dikenal cukup lama dan penularannya pun tidak mudah.

“Tidak terlalu, kita tidak setakut itulah dengan (virus) hanta ini, tapi memang jangan sampai lengah,” katanya.

Baca juga: Hantavirus Sulit Dikenali, Gejalanya Mirip Flu hingga DBD, Bisa Muncul 2 Bulan Setelah Paparan

Menurut Prof Dominicus, penularan virus hanta berbeda dengan campak atau Covid-19 yang sangat mudah menyebar antarmanusia.

“Kalau yang hanta ini sangat-sangat sedikit. Seberapa literatur tidak menyebut angka karena dia kecil sekali. Bahkan mungkin nggak sampai 2 paling,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat tidak perlu langsung khawatir hanya karena berada satu ruangan atau satu area dengan orang lain.

“Kalau satu kali nggak bisa. Agak kecil lah kemungkinannya,” jelasnya.

Ia menerangkan penularan antarmanusia biasanya membutuhkan kontak erat dalam waktu lama dan berulang.

“Bayangannya satu ruangan itu sering bertemu dia itu. Tiap hari. Dan mungkin banyak ngobrol, banyak kerja di dekatnya, duduk di sebelahnya,” katanya.

Kenapa Kasus Kapal Pesiar Jadi Sorotan?

Kasus virus hanta di kapal pesiar internasional menjadi perhatian karena melibatkan virus Andes, salah satu jenis virus hanta yang memang dapat menular antarmanusia dalam kondisi tertentu.

Namun Prof Dominicus menjelaskan kasus tersebut tetap tergolong terbatas.

“Virus Andes ini adalah satu-satunya dari keluarga hanta yang bisa menyebabkan penularan dari orang ke orang,” ujarnya.

ilustrasi hantavirus (Learn Worthy)

Kasus itu terjadi pada pasangan wisatawan asal Belanda yang sebelumnya melakukan perjalanan ke Argentina, Chile, dan Uruguay.

Wilayah tersebut diketahui memiliki populasi tikus pembawa virus Andes.

“Yang ada adalah orang yang sudah tertular sebelum dia naik kapal,” katanya.

Karena itu, kapal pesiar sendiri bukan sumber utama penularan.

Virus lebih banyak berasal dari paparan tikus atau lingkungan yang terkontaminasi.

Perlukah Medical Check Up Sebelum Liburan?

Banyak masyarakat kini bertanya apakah perlu medical check up (MCU) sebelum naik kapal pesiar atau bepergian ke luar negeri.

Namun menurut Prof Dominicus, MCU rutin umumnya tidak dirancang untuk mendeteksi virus hanta.

“MCU pun tidak bisa mendeteksi yang jarang-jarang seperti ini karena bukan fokusnya,” ujarnya.

Selain itu, virus hanta juga memiliki masa inkubasi yang cukup panjang.

“Kan bisa sampai 6-8 minggu. Berarti kan lama banget,” katanya.

Karena itu, yang lebih penting justru menjaga kebersihan selama perjalanan.

Tips Penting agar Tetap Aman Saat Liburan

KAPAL PESIAR MEWAH - Tangkap layar situs lurssen.com, pembuat kapal pesiar Nord. Kapal pesiar mewah Rusia Nord berhasil melintasi Selat Hormuz di tengah blokade konflik AS-Iran. (tangkapan layar)

Prof Dominicus mengatakan langkah pencegahan paling efektif sebenarnya sederhana dan sudah sering dilakukan masyarakat sejak pandemi Covid-19.

“Satu. Tetap kuncinya adalah menjaga kebersihan masing-masing. Berilaku hidup bersih dan sehat,” katanya.

Ia juga menyarankan masyarakat tetap membiasakan cuci tangan dan memakai masker bila berada di kerumunan padat.

“Kalau kita bisa menghindari kerumunan, menggunakan masker, cuci tangan, yang adalah perujudan berilaku hidup bersih dan sehat dalam konteks kumpul-kumpul dengan orang banyak, itu pasti juga protektif,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak melupakan ancaman penyakit lain yang justru lebih sering terjadi di Indonesia.

“Pencegahan kita terhadap campak, dipteri, tetanus, pertussis misalnya, itu menurut saya tetap lebih penting karena kita lebih banyak kasusnya,” katanya.

Prof Dominicus mengingatkan kewaspadaan penting, tetapi masyarakat tidak perlu hidup dalam ketakutan.

“Ketika kita tetap waspada dengan apa yang terjadi di luar, mari kebakaran di rumah sendiri ini kita padamkan,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini