Ringkasan Berita:
- Memiliki anjing terbukti memberikan berbagai manfaat psikologis, seperti mengurangi stres, meningkatkan emosi positif, dan memperkuat koneksi sosial.
- Namun, manfaat ini tidak berlaku untuk semua orang — kepribadian, kondisi keuangan, dan gaya hidup tetap perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan memelihara anjing.
- Selain pemilik dewasa, lansia dan anak-anak pun bisa merasakan manfaat besar dari kehadiran anjing, mulai dari rasa memiliki tujuan hidup hingga perkembangan emosi dan tanggung jawab.
TRIBUNNEWS.COM - Kamu pulang ke rumah setelah hari yang panjang dan berat — hari di mana rasanya layak mendapat penghargaan "Karyawan Terburuk Sepanjang Masa." Namun anjingmu tetap menyambutmu bak pahlawan: tubuhnya menggeliat penuh semangat, ekornya berkibas gembira, dan kecupan basah langsung mendarat di wajahmu. Bahkan ketika kamu mempersingkat sesi lempar bola harian, ia dengan senang hati beralih menemanimu bersantai.
Mengutip Parade, ada alasan kuat mengapa anjing dijuluki "sahabat terbaik manusia": mereka memberikan cinta dan kebersamaan yang tulus. Seorang psikolog menyatakan bahwa memiliki anjing bahkan membawa manfaat psikologis nyata, dan penting bagi para pemilik maupun calon pemilik hewan peliharaan untuk memahami hal ini.
"Memahami bagaimana hewan peliharaan memengaruhi kesehatan mental itu penting, karena hal itu membantu orang membuat pilihan yang tepat mengenai hewan peliharaan, kebersamaan, kesejahteraan emosional, dan kehidupan sehari-hari," ujar Dr. Michele Goldman, Ph.D., psikolog dan penasihat media Hope for Depression Research Foundation.
Dr. Goldman menambahkan bahwa pemahaman ini juga bisa membantumu memilih jenis hewan peliharaan dan hubungan yang paling sesuai. Misalnya, bagi kamu yang merasa lebih nyaman dengan kebebasan bepergian dan bersosialisasi secara spontan, mungkin lebih cocok menjadi orang tua asuh sementara (foster) daripada memiliki anjing secara permanen.
Perlu diingat, dampak anjing terhadap kesehatan mental hanyalah satu pertimbangan. Kamu juga perlu memperhatikan kebutuhan mereka akan makanan, pelatihan, keamanan, dan perawatan rutin — semuanya membutuhkan waktu dan biaya sepanjang hidup mereka (dan sebagian besar ras anjing hidup lebih dari 10 tahun). Meski begitu, jika kamu punya waktu, finansial yang cukup, dan keinginan untuk memiliki teman berbulu, Dr. Goldman mengatakan kamu bisa merasakan tujuh manfaat psikologis berikut.
Baca juga: Ilmuwan Teliti Anjing Chernobyl untuk Ungkap Dampak Radiasi pada Evolusi
Apakah Anjing Membantu Meningkatkan Kesehatan Mental?
"Banyak orang mendapat manfaat dari memiliki anjing, tetapi ini tidak berlaku universal," kata Dr. Goldman.
Meski tidak berlaku untuk semua orang, secara umum anjing memang dapat meningkatkan kesehatan mental. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa berinteraksi dengan anjing membawa manfaat psikologis.
"Dipercaya bahwa memiliki anjing atau menghabiskan waktu bersamanya dapat mengurangi stres, mengubah suasana hati, serta meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan," ujar psikolog tersebut. "Anjing juga dapat mengubah gaya hidup seseorang — memengaruhi koneksi sosial, hubungan dengan aktivitas fisik versus kemalasan, bahkan cara berpikir seseorang."
Namun ada pula penelitian lain yang menunjukkan bahwa anjing tidak memberikan dampak — atau bahkan berdampak negatif — pada kesehatan mental sebagian orang. Dr. Goldman pun menegaskan bahwa tidak semua orang akan merasa nyaman dengan kehadiran hewan berbulu.
"Penting bagi seseorang untuk mempertimbangkan kepribadian dan kondisi hidupnya saat ini," jelasnya. "Perhatikan kondisi keuangan dan waktu, karena anjing itu mahal dan membutuhkan kasih sayang serta perhatian."
Ia menyarankan untuk mempertimbangkan hal-hal berikut:
- Apakah kamu punya waktu dan energi yang konsisten untuk merawat anjing?
- Apakah keuangan akan menjadi beban jika kamu memelihara anjing?
- Apakah ada dukungan untuk merawat anjing ketika kamu sedang stres atau membutuhkan perawatan kesehatan mental yang lebih intensif?
- Apakah kamu lebih nyaman bisa bersosialisasi, bepergian lama, atau menerima rencana mendadak — dan siapa yang akan memberi makan dan mengajak jalan anjingmu?
Perlu dicatat pula bahwa tidak semua hewan peliharaan adalah emotional support animal (hewan pendukung emosional), yang menjalani pelatihan khusus untuk membantu orang dengan kondisi seperti PTSD dan kecemasan.
"Sebaiknya pertimbangkan terlebih dahulu apa yang kamu cari dan/atau butuhkan dari anjing tersebut sebelum memutuskan," saran Dr. Goldman.
7 Manfaat Psikologis Memiliki Anjing Menurut Psikolog
1. Anjing Dapat Mengurangi Stres dan Kecemasan
Dr. Goldman menyebutkan bahwa menghabiskan waktu bersama anjing secara konsisten dikaitkan dengan penurunan tingkat kecemasan dan kadar kortisol.
"Kortisol paling sering disebut sebagai hormon stres," katanya. "Bermain dan membelai anjing juga dapat meningkatkan oksitosin, hormon yang berkaitan dengan keterikatan dan ikatan. Para pemilik anjing secara alami lebih tidak stres dan cemas, hanya dari hormon-hormon yang ada di dalam tubuh."
2. Anjing Dapat Meningkatkan Emosi Positif
Menurut Dr. Goldman, anjing dapat memicu emosi positif. Perhatikan perasaanmu saat pulang ke rumah dan disambut dengan sukacita oleh anjingmu, atau saat ia menciummu dan mengulurkan cakarnya. Rasanya menyenangkan, bukan? Jika anjingmu suka bermain, kamu mungkin juga akan merasakan lonjakan perasaan bahagia saat diajak bermain bersamanya.
"Banyak pemilik anjing melaporkan merasa lebih bahagia setiap harinya, lebih sering tersenyum dan tertawa karena tingkah anjing mereka yang menghibur, atau karena merasakan kasih sayang yang dalam terhadap anjing mereka," ujarnya.
3. Anjing Memberikan Konsistensi di Masa Sulit
Hidup memang penuh pasang surut, terlepas dari seberapa baik kita merencanakan segalanya. Dr. Goldman menjelaskan bahwa kehilangan pekerjaan, kematian orang tersayang, dan putusnya hubungan bisa menimpa siapa saja. Anjingmu bisa menjadi sosok yang hadir secara konsisten dan kokoh.
"Anjing bisa menjadi konstanta di tengah masa-masa perubahan atau gejolak emosi," catatnya. "Meski mungkin tidak terlatih untuk memberikan dukungan, anjing sering melakukannya secara naluriah. Dan ketika ada hal yang tetap stabil di tengah perubahan, itu cenderung terasa menenangkan bagi kebanyakan orang."
4. Anjing Memberikan Struktur dan Rutinitas yang Nyata
"Anjing menyukai jadwal," tegas Dr. Goldman.
Ia menjelaskan bahwa rutinitas justru dapat mendukung kesehatan mental anjing karena mereka berkembang dengan baik dalam situasi yang dapat diprediksi.
"Jika manusianya menyimpang dari jadwal, anjing biasanya akan mengingatkan manusianya untuk kembali ke jalur," jelasnya.
Rutinitas memang menjadi fondasi yang ideal. "Rutinitas bagi manusia dan anjing menjaga tubuh tetap teratur — kapan makan, kapan tidur, kapan buang air," tambah psikolog tersebut. "Karena anjing sangat menyukai rutinitas, manusia yang memiliki anjing otomatis terikat pada jadwal. Rutinitas itu bisa sangat bermanfaat bagi kesehatan mental manusia, karena mengatur siklus tidur dan nafsu makan, serta menciptakan rasa tanggung jawab sepanjang hari."
5. Anjing Adalah Anggota Keluarga yang Mendukung Aktivitas Fisik
Koneksi antara pikiran dan tubuh adalah nyata. Dr. Goldman menjelaskan bahwa bergerak memberikan manfaat psikologis. Anjing butuh jalan-jalan dan olahraga, sehingga kegiatan ini juga menjadi cara yang sempurna bagimu untuk bergerak dan menambah jumlah langkah kaki.
"Aktivitas fisik, bahkan sekadar berjalan kaki setiap hari, bisa berdampak besar pada kesehatan mental seseorang," ujarnya. "Ini bisa membantu manajemen berat badan, meningkatkan kualitas tidur, memperkuat imunitas, serta menjaga tubuh lebih bugar dengan tulang yang lebih sehat — semuanya berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan, yang juga berdampak pada kesehatan mental."
6. Anjing Membantu Regulasi Emosi
Dr. Goldman menjelaskan bahwa sebagian orang mengalami "tingkat emosi yang sangat tinggi."
"Memiliki anjing di saat-saat seperti itu bisa sangat menenangkan dan meregulasi emosi," jelasnya. "Anjing yang hadir di tengah masa-masa emosional yang berat dapat memberikan kenyamanan dan kebersamaan, terutama saat panik, berduka, stres, dan depresi."
Ia juga menyebutkan bahwa orang yang cenderung mengalami disosiasi bisa mendapat manfaat dari kehadiran anjing yang membantu mereka tetap terhubung dengan kenyataan — melalui gonggongan atau tingkah minta dibelai — tentunya sebagai pelengkap terapi, kelompok dukungan, dan/atau pengobatan yang sesuai.
7. Koneksi Sosial
Dr. Goldman tidak hanya merujuk pada ikatan nyata yang kamu jalin dengan anjingmu. Anjingmu juga bisa menjadi "wingman" terbaikmu dalam bersosialisasi.
"Anjing adalah makhluk yang sangat sosial," katanya. "Mereka ingin menyapa manusia atau anjing lain, dan mereka membutuhkan jalan-jalan serta aktivitas di luar rumah, yang juga meningkatkan kemungkinan untuk bertemu atau berbicara dengan orang lain."
Hal ini, menurutnya, dapat memperkuat koneksi sosial, meningkatkan kepercayaan diri dan harga diri, sehingga memberikan dorongan positif bagi kesehatan mental.
Bagaimana Anjing Membantu Kondisi Tertentu
Dr. Goldman menjelaskan bahwa beberapa anjing dapat menjalani pelatihan khusus untuk membantu berbagai kondisi, antara lain:
- Epilepsi/gangguan kejang. Beberapa anjing layanan dapat memperingatkan pemiliknya sebelum kejang terjadi, misalnya dengan mengambilkan obat sebelum kesadaran hilang. Yang lain bisa memberitahu orang-orang sekitar bahwa pemiliknya sedang mengalami kejang dengan menggonggong.
- PTSD/kecemasan. Anjing layanan terlatih dapat menghentikan serangan panik, memberikan terapi tekanan dalam (deep pressure therapy), mengambilkan obat, dan membantu pemilik yang sedang mengalami kilas balik untuk kembali ke kenyataan.
- Diabetes. Anjing waspada dapat dilatih untuk mendeteksi perubahan kadar gula darah dan memberi tahu pemiliknya sebelum perubahan signifikan terjadi, sehingga pemilik dapat mengambil tindakan tepat waktu.
- Gangguan pendengaran atau penglihatan. Anjing dapat mengingatkan orang dengan gangguan pendengaran terhadap alarm, bel pintu, dan detektor asap. Anjing lain dapat memandu orang dengan gangguan penglihatan, misalnya saat menyeberang jalan.
- Kondisi yang memengaruhi mobilitas. Anjing dapat membantu membuka pintu, mematikan lampu, memberikan dukungan keseimbangan, dan mengambilkan obat bagi orang dengan kondisi medis yang memengaruhi mobilitas, seperti multiple sclerosis, Parkinson, cerebral palsy, dan cedera tulang belakang.
Manfaat Memiliki Anjing bagi Lansia
Dr. Goldman menjelaskan bahwa anjing dapat memberikan banyak manfaat seiring bertambahnya usia, termasuk dukungan bagi kesehatan sosial dan fisik.
- Anjing memberi lansia rasa memiliki tujuan. Para lansia sering kesulitan menemukan makna hidup, terutama setelah pensiun. "Rutinitas harian merawat anjing — memberi makan, berjalan, dan bermain — bisa menjadi sumber struktur yang luar biasa," kata Dr. Goldman. "Anjing juga bisa menjadi alasan seseorang untuk bangkit dari tempat tidur di pagi hari."
- Anjing mengurangi kesepian. Anjing dapat mengurangi rasa sepi di semua usia, namun lansia berisiko lebih tinggi mengalami kesepian, terutama setelah kehilangan teman atau orang tersayang. "Anjing menawarkan kebersamaan dan dukungan penuh kasih bagi mereka yang lebih terisolasi, termasuk lansia yang tinggal sendiri," ujarnya.
- Anjing memberikan dorongan kesehatan. Merawat anjing membutuhkan sejumlah fungsi kognitif — mulai dari menakar makanan hingga berbicara dengan mereka — sehingga proses penuaan otak pada lansia bisa sedikit melambat berkat kehadiran "anjing yang baik" di rumah.
- Anjing membantu mobilitas dan keseimbangan. "Lansia yang rutin berjalan-jalan dengan anjingnya cenderung memiliki keseimbangan yang lebih baik dan lebih jarang jatuh," lapor Dr. Goldman. "Ketika sendi terus bergerak, kekakuan berkurang dan rasa sakit pun dapat berkurang, sehingga mobilitas pun membaik."
Manfaat Memiliki Anjing bagi Anak-Anak
Orang-orang dari segala usia bisa mendapat manfaat dari memiliki anjing, termasuk anak-anak. Dr. Goldman berbagi tiga manfaat utama:
- Anjing mengajarkan tanggung jawab dan keterampilan hidup. Bahkan anak kecil pun bisa membantu menuangkan makanan ke mangkuk atau membawa tempat minum. Anak yang lebih besar bisa membantu berjalan dan merawat anjing. "Ini mengajarkan keterampilan dasar yang dapat memengaruhi rasa tanggung jawab anak terhadap diri sendiri dan orang lain," kata Dr. Goldman.
- Anjing membantu perkembangan emosional. "Anak-anak dan anjing mereka bisa membentuk ikatan yang sangat istimewa, yang terbangun dari tumbuh dan bermain bersama," ujar Dr. Goldman. Anjing bisa menjadi sumber kenyamanan, pemicu empati, dan pembantu regulasi emosi bagi anak.
- Anjing mendukung perkembangan sosial. Ikatan yang aman antara anak dan anjing dapat meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri anak. "Anjing juga menuntut perhatian dan menyukai sosialisasi," catat Dr. Goldman. "Ini bisa membuat anak menjadi lebih nyaman dalam situasi sosial berkat anjingnya yang suka bergaul."
(*)
Baca tanpa iklan