News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kota Tangerang Optimalkan Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Ekonomi Sirkular

Editor: Content Writer
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BANK SAMPAH TANGERANG - Kota Tangerang memperkuat pengelolaan sampah terpadu berbasis ekonomi sirkulas, target kurangi volume ke TPA 30% pada 2026.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mengoptimalkan strategi pengelolaan sampah terpadu, mulai dari tingkat permukiman hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing. Langkah ini merupakan wujud komitmen Kota Tangerang untuk menerapkan pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah dilakukan secara bertahap, dimulai dari sumbernya di rumah tangga. Warga pun didorong untuk memilah sampah organik dan anorganik melalui berbagai program, termasuk bank sampah, sedekah sampah, serta pengelolaan limbah B3 rumah tangga.

“Sampah anorganik dari warga kami dorong masuk ke bank sampah yang tersebar di seluruh kecamatan. Warga dapat menukarkan hasil tabungan sampah dengan uang tunai atau kebutuhan pokok seperti sembako. Sementara sampah organik diarahkan ke proses biokonversi maggot yang dikelola oleh TPS3R dan ITF,” jelas Wawan, Rabu (29/10/25).

Saat ini, Kota Tangerang memiliki tujuh Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dan satu Intermediate Treatment Facility (ITF) yang berfungsi sebagai pusat pemrosesan sementara sebelum sampah dibawa ke TPA Rawa Kucing.

"Dari sistem ini, hasil penjualan produk daur ulang dan biokonversi sebagian juga disalurkan ke BAZNAS Kota Tangerang untuk kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat," tambah Wawan

Selain itu, pengelolaan di TPA Rawa Kucing kini tidak sekadar menjadi tempat pembuangan akhir. Melalui program pengolahan gas metana hingga Refuse Derived Fuel (RDF), TPA mampu mengurangi dampak pencemaran sekaligus menghasilkan energi alternatif.

Untuk mendukung operasional harian, DLH Kota Tangerang mengerahkan 238 bentor (becak motor) pengangkut sampah, 256 TPS (Tempat Penampungan Sementara), serta 209 unit truk yang melayani pengangkutan ke berbagai titik pengelolaan. Infrastruktur ini dioptimalkan agar proses pengumpulan dan pemilahan berjalan efektif dan efisien..

“Kami berupaya menjadikan pengelolaan sampah di Kota Tangerang bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga tentang nilai tambah ekonomi, sosial, dan lingkungan,” jelas Wawan.

Pemerintah Kota Tangerang menargetkan, dengan penerapan strategi terpadu ini, volume sampah yang dikirim ke TPA dapat berkurang hingga 30 persen pada 2026, seiring meningkatnya partisipasi warga dalam pemilahan dan pengelolaan di tingkat sumber.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini