News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Eddy Soeparno Ajak Diaspora Dukung Program Prabowo: Juru Bicara Kemajuan Indonesia 

Editor: Content Writer
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KONGRES DIASPORA - Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menjadi nara sumber dalam rangkaian acara Kongres Diaspora Indonesia ke-8 yang dilaksanakan di IKN

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menjadi nara sumber dalam rangkaian acara Kongres Diaspora Indonesia ke-8 yang dilaksanakan di Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Dalam sambutannya, Eddy menyampaikan apresiasi atas peran dan kiprah Diaspora Indonesia dalam memberikan kontribusi untuk bangsa. 

"Data menunjukkan, pada tahun 2022, diaspora Indonesia mengirimkan remitansi yang mencapai hampir USD 9,71 miliar. Uang ini tidak hanya mengalir ke keluarga mereka, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membantu memberdayakan UMKM, dan membuka peluang kerja di daerah asal," jelasnya. 

Eddy menyampaikan pentingnya meningkatkan potensi Diaspora Indonesia dalam upaya memperkuat ekonomi nasional sekaligus mendukung program-program Presiden Prabowo. 

"Dari sisi remitansi misalnya, Diaspora Indonesia memang tinggi namun jumlahnya masih di bawah India, China dan bahkan Filipina. Namun, masih ada kesempatan untuk terus berupaya optimal meningkatkan pendapatan dengan pengelolaan Diaspora Indonesia yang lebih baik ke depannya,"

Baca juga: Kunjungi Nias Utara, Waka MPR Eddy Soeparno: MPR RI Adalah Rumah Kolaborasi

Secara khusus, Doktor Ilmu Politik UI ini mengajak Diaspora menjadi juru bicara untuk program-program Presiden Prabowo dan juga menyampaikan visi Indonesia menjadi negara maju. 

"Seperti misalnya menjadi juru bicara bagi Pembangunan IKN di luar negeri, menepis segala persepsi negatif tentang pembangunan Ibu Kota Nusantara ini. Bahkan lebih jauh dari itu bisa juga menarik investasi dari luar untuk membangun IKN," lanjutnya. 

Waketum PAN ini juga mendorong kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan profesional diaspora dengan institusi di Indonesia akan mempercepat transfer teknologi dan inovasi. 

"Program kolaborasi riset antar-universitas, seminar internasional, dan beasiswa bagi peneliti diaspora untuk berkontribusi di Indonesia adalah beberapa inisiatif yang perlu dilakukan," ungkapnya. 

"Rasanya kita perlu menghadirkan dan melibatkan diaspora dalam diplomasi ekonomi dan budaya.  mempromosikan produk, budaya, serta meningkatkan hubungan perdagangan Indonesia dengan negara-negara tempat mereka tinggal," tutupnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini