News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kemenkominfo Berharap Kesadaran Masyarakat Tolak Informasi Hoax

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Akun Facebook yang menyebarkan hoax di masyarakat kini tengah ditangani Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sumut. TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Samuel Abrijani Pengerapan mengatakan pihaknya terus bekerja sama dengan perusahaan penyedia media sosial seperti Facebook, Instagram, Whatsapp, dan lain-lain untuk mencegah beredarnya informasi bohong atau hoax.

Namun menurutnya hal itu akan sia-sia jika tidak dibarengi partisipasi masyarakat.

"Pelaporan informasi bohong harus dibarengi partisipasi masyarakat, tapi juga harus diikuti kesadaran menyaring supaya tidak mudah saling lapor. Kemenkominfo siap memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menyaring informasi hoax, kalau informasi tidak benar tidak perlu dibaca," ujarnya saat ditemui di Gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2017).

Ia juga meminta perusahaan media untuk meningkatkan kapasitasnya untuk ikut memberi edukasi kepada masyarakat untuk tidak tergiur isu bohong.

Baca: Hoax Marak di Kalangan Mahasiswa karena tak Tuntas Baca Informasi

Menurutnya media berperan meningkatkan literasi masyarakat supaya tidak mudah terkecoh dengan berbagai bentuk informasi.

"Bayangkan saja sekarang ada aplikasi yang bisa mengisi suara sementara mulut dan wajah bisa digerakkan, tidak biaa dibayangkan bila teknologi itu dijual ke masyarakat."

"Kami juga berharap media membangun integritas karena masyarakat semakin pintar, bila sumber tidak bisa dipertanggungjawabkan maka bisa ditinggal," tukasnya.

Baca: Perampok Mobil Driver Online Dikabarkan Tertangkap, Kapolsek: Itu Hoax

Menkominfo di hari yang sama melakukan pertemuan dengan petinggi Facebook di Asia Pasifik.

Salah satu pembahasannya adalah upaya mencegah penyebaran konten-konten negatif dengan rekayasa teknologi menggunakan algoritma khusus di Indonesia atau melalui Geo-blocking.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini