TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Berdasar data yang dilansir Norton Cybercrime Report 2012, laporan survei kejahatan dunia maya dipaparkan bahwa teknologi baru telah beradaptasi dan berevolusi, serta berdampak pada keamanan banyak orang, Rabu (10/10/2012), di Jakarta.
Penelitian tersebut dilakukan pada 13.018 orang, berusia 18 - 64 tahun, di 24 negara. Seperti Australia, Brazilia, Canada, Cina, Kolombia, Denmark, Prancis, Jerman, India, Italia, Jepang, dan lainnya yang diadakan pada Juli 2012. Effendy Ibrahim, Director Consumer Products Symantec Asia memaparkan survei tersebut.
- Kejahatan dunia maya atau cybercrime (hacking, phishing, sexual harassment, dll) telah merugikan konsumen sebesar 110 miliar USD per tahun.
- Dari 100 miliar USD, 42 persen karena penipuan, 17 persen karena hilang atau pencurian, 56 persen karena perbaikan, dan 25 persen lain-lain.
- Korban cybercrime paling tertinggi di Cina, mereka merugi 46 miliar USD, disusul 21 miliar di Amerika Serikat, 16 miliar di Eropa, 8 miliar di Brazil, Rusia, Meksiko, dan Australia rugi masing-masing 2 miliar, dan 0,5 miliar di Jepang.
- Namun, ditemukan pula 556 juta orang per tahun atau atau lebih dari 1,5 juta per hari mengaku menjadi korban cybercrime.
- Setiap satu detik terdapat 18 orang korban cybercrime.
- Satu orang korban menanggung kerugian 197 USD per tahun.
- Dari 556 juta korban, 2/3 atau 46 persen mewakili dewasa. (Agustina N.R)
Baca artikel menarik lainnya
- Norton 360 Multi-Device, Perlindungan Untuk Semua Platform 51 menit lalu
- Facebook Anda Terancam Bahaya? Lindungi Dengan Ini 1 jam lalu
- Sarihusada Gelar Lomba Blog Jelajah Gizi 8 jam lalu
- Kostum Kuda Lumping Berparade di Ajang Miss International 8 jam lalu
- Stres di Kantor? Yuk Yoga 10 jam lalu
- Sarapan dengan Menu Kaya Protein 11 jam lalu
- 65 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Gigi Sensitif Rabu, 10 Oktober 2012
- Perhatikan Kesehatan Gusi Rabu, 10 Oktober 2012
Baca tanpa iklan