News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Home and Garden

Rumah Tanpa AC Bisa Adem Asal Halaman Rumah Serindang Ini

Editor: Agung Budi Santoso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Sepertinya punya pendingin di rumah menjadi sebuah keharusan bagi penduduk kota besar. Padahal pendingin ruangan adalah pengonsumsi listrik terbanyak.

Sebetulnya, dengan disain rumah yang tepat, rumah bisa dibuat adem tanpa bantuan pendingin ruangan. Rumah hemat energi ini tentu bersahabat dengan lingkungan.

Menengok kawasan pemukiman di Jakarta dan kota-kota besar Indonesia, hampir setiap rumah tangga memiliki kamar dengan pendingin ruangan. Pendingin ruangan ini jadi penyelamat masyarakat dari udara panas dan pengap perkotaan.

Padahal penggunaan pendingin ruangan ini bikin konsumsi listrik boros. Pendingin ruangan mengonsumsi 38 persen dari keseluruhan konsumsi listrik rumah tangga. Setelah pendingin ruangan, komputer dan penanak nasi mengonsumsi 10 persen listrik. Mesin cuci, setrika hanya mengonsumsi sembilan persen. Sedangkan pompa air hanya enam persen.

Sejatinya, pendingin ruangan bukanlah sebuah keharusan. Di samping bikin tagihan listrik melonjak tajam, penggunaan pendingin ruangan juga tidak bersahabat dengan lingkungan. Sebagaimana diketahui, konsumsi listrik berlebihan bisa melepaskan lebih banyak lagi karbondioksida ke atmosfer. Inilah yang bikin bumi makin panas. Pemanasan global pun jadi makin parah.

Menurut Dr. Ir. Eddy Prianto, CES, DEA dari Persatuan Insinyur Indonesia dalam sebuah forum disain rumah yang bersahabat dengan lingkungan, rumah yang didisain sesuai dengan kondisi cuaca, sinar matahari dan aliran udara juga bisa membuat penghuninya nyaman tanpa pendingin ruangan.

Salah Disain

Penghematan energi di rumah bisa dimulai dengan adaptasi dengan lingkungan sekitar dan mengurangi panas untuk masuk dari luar kemudian diikuti dengan rekonfigurasi arsitektur. "Saat ini dua pertiga panas di rumah disebabkan oleh kesalahan disain atap. Kalau kita menggunakan atap yang bening, sekitar 90 persen panas bisa diserap," kata Prianto.

Di iklim tropis seperti di negara kita, diperlukan strategi khusus untuk membangun rumah bersahabat dengan lingkungan. Rumah dengan konsep bersahabat dengan lingkungan alam tropis seharusnya banyak ditumbuhi tanaman di sekitar rumah. Aneka tanaman ini mengurangi intensitas panas di dalam rumah. Di samping memberikan efek sejuk, tanaman juga memberikan kesegaran buat indra mata.

Memanfaatkan energi sinar matahari juga membantu menghemat energi rumah. Salah satu caranya adalah dengan memasang solar panel di sisi rumah yang menghadap barat sehingga mendapat paparan matahari tertinggi dan terlama. Memanfaatkan sinar matahari ini sekaligus juga mengurangi panas yang memancar dari dinding. Penggunaan pendingin ruangan pun bisa dikurangi.

Penghematan pendingin ruangan juga bisa dilakukan dengan membuat disain rumah yang memanfaatkan aliran udara. Contoh bangunan yang demikian bisa disaksikan pada bangunan bergaya kolonial sisa peninggalan jaman Belanda. Bangunan-bangunan jaman Belanda selalu memiliki jendela-jendela dan pintu dengan kaca-kaca yang besar untuk memanfaatkan sirkulasi udara dan cahaya matahari. Bangunan jadi terasa lebih sejuk karena bangunan juga memiliki langit-langit yang tinggi pula.

Lawang Sewu di Semarang adalah salah satu contoh bangunan yang memanfaatkan sejuknya aliran udara. Pintu-pintu yang jumlahnya sangat banyak adalah cara orang Belanda menyejukkan diri di tengah iklim tropis yang gerah. Jendela-jendela juga memiliki kisi-kisi untuk sirkulasi udara.

Aliran udara juga mengalir bebas lewat pintu utama gedung bekas markas jawatan kereta api di jaman Belanda ini. Pintu utama bila diperhatikan memiliki kisi-kisi untuk angin agar mengalir bebas masuk ke dalam gedung.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini