News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Karier

Melamar Pekerjaan ke Mana-mana Nggak Diterima? Mungkin Ini Kesalahannya

Editor: Agung Budi Santoso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Antrean panjang pelamar kerja.

TRIBUNNEWS.COM - Mencari pekerjaan tak selalu mudah. Meski sudah berusaha mencari dan melamar kerja, masih juga belum "berjodoh" dengan satu pun perusahaan.

Jangan buru-buru berpikir kalau Anda adalah orang yang bodoh dan tak punya kemampuan apa pun. Bisa jadi ini karena kesalahan kecil yang dilakukan saat melamar pekerjaan. Berikut beberapa kebiasaan salah yang sering dilakukan para pemburu pekerjaan.

1. Mengirimkan lamaran tak sesuai kriteria

Kesal tak juga mendapat pekerjaan, bisa membuat orang rela banting setir dan mengubah semua kriteria idamannya tentang pekerjaan. "Kerja apa sajalah, yang penting bekerja" ungkapan ini sering jadi senjata para pemburu kerja yang tak kunjung dapat pekerjaan.

Tetapi apakah Anda pikir dengan melakukan hal seperti ini, sudah menjamin Anda pasti dapat pekerjaan itu? belum tentu. Banyak pencari kerja yang hanya melihat kalau pekerjaan tersebut mungkin mudah Anda lakukan, tapi sayangnya Anda tak memerhatikan kualifikasi dan kriteria karyawan yang dibutuhkan. Sekalipun Anda menilai kalau jabatan itu lebih rendah dari yang diinginkan, namun kalau kriteria perusahaan tidak Anda penuhi, Anda pasti tak akan masuk ke seleksi berikutnya.

Solusinya, cobalah cocokkan kemampuan yang dimiliki dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaan. Anda juga perlu mencari cara lain agar Anda punya kemampuan lebih yang bisa diperhitungkan. Misalnya bekerja freelance, pekerja sukarela, ikut kursus yang mendukung pekerjaan.

2. Berharap banyak pada kalimat "Saya orang yang cepat belajar"

Di resume pekerjaan Anda, seringkali dijumpai kalimat "Saya orang yang cepat belajar" di bagian kelebihan diri Anda. Hal ini sebenarnya asumsi pribadi Anda, parahnya, belum tentu orang lain berpendapat demikian.

Dibanding dinilai terlalu percaya diri, sebaiknya Anda membuat orang lain (terutama si pewawancara) yang menarik kesimpulan seperti ini tentang Anda. Saat diwawancara sebaiknya gunakan kalimat dan kata-kata yang jujur dan menunjukkan sisi terbaik Anda serta menggambarkan bahwa Anda adalah orang yang cepat belajar.

Hal ini akan lebih mengesankan kalau Anda adalah orang yang sempurna untuk pekerjaan tersebut, dibandingkan opini pribadi tentang diri.

3. Menggunakan pendekatan yang salah

Anda pasti memiliki berbagai perusahaan impian. Memang, berbagai usaha dilakukan untuk mendapatkan posisi di perusahan tersebut, termasuk membangun jaringan dengan orang-orang di dalamnya. Hanya saja, terkadang networking ini dilakukan dengan cara yang salah.

Cara membangun networking yang salah adalah dengan berkenalan dengan seseorang yang bekerja di dalamnya, kemudian berbasa-basi tentang hal tak penting, misalnya tentang cuaca. Dan pada akhirnya, Anda menyodorkan resume diri Anda kepadanya dengan harapan si teman baru bisa merekomendasikan Anda kepada manajer HRD. Ini bukan jaringan, ini sebuah pemanfaatan!

4. Menghabiskan waktu 100 persen untuk mendaftar pekerjaan

Ketika mencari pekerjaan, coba hitung berapa lama waktu yang dihabiskan untuk mendaftar pekerjaan, baik online maupun email. Karena kesibukan mengirim lamaran pekerjaan ini, Anda jadi tidak bisa meluangkan waktu untuk mengenal lebih dalam dan membangun jaringan lebih dalam melalui sosial media lainnya yang profesional.

Axel Natanael/ Kompas


Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini