Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasiolan Eko P Gultom
TRIBUNNEWS.COM - Sejak barbershop khusus pria mulai ramai di Indonesia, banyak pebisnis yang tertarik mengambil peluang yang sama.
Makanya, makin lama bisnis pangkas rambut ini seperti jamur di musim hujan. Banyak orang menggelutinya.
Pun begitu, bisnis barbershop ini banyak sekali pelanggannya. Para pria kekinian merasa perlu memperhatikan penampilan.
Mereka tak sungkan untuk melakukan perawatan rambut. Terlebih salon potong rambut khusus untuk pria saja.
Baca juga: Willy Preman Pensiun 4 Dikenal Garang,Ternyata Suara Aslinya Merdu Video Nyanyi di Barber Shop Viral
Sebenarnya bisnis barbershop dan pangkas rambut tradisional itu tidak jauh berbeda, sama-sama jasa potong rambut. Hanya saja fasilitas dan treatment-nya yang berbeda.
Barbershop, salon potong rambut di ruangan ber-AC dan menawarkan perawatan yang lebih lengkap. Sementara jasa potong rambut tradisional, zaman dulu membuka tempat di bawah pohon, atau kios kecil tanpa AC dan peralatan khusus salon lainnya.
Di masa pandemi Covid-19 ini, bisnis barbershop masih kokoh bertahan. Sebab, rambut akan selalu tumbuh dan butuh perawatan, maka jasa ini sudah menjadi kebutuhan konsumen.
Tak heran jika barbershop ini menjadi peluang bisnis yang menggiurkan. Omzet yang diraup pun tidak recehan, bisa jutaan rupiah dalam satu bulan.
Salah satu praktisi barbershop, Hadi Wibowo, CEO Raja Cukur, turut menegaskan jika bisnis ini terbilang sangat bagus prospeknya bahkan di masa krisis ekonomi seperti ini.
"Bisnis ini bagus prospeknya, bahkan di masa pademi ini juga masih bagus omsetnya", ujarnya, saat ditemui di Raja Cukur.
Bisnis barbershop memang menggiurkan dan banyak peminatnya, bukan berarti bisa asal-asalan dalam menjalankannya.
Butuh pekerja yang memiliki keahlian khusus dalam pangkas rambut dan treatment lainnya.
Maka disarankan bagi yang ingin memulai bisnis ini, untuk bekerja sama waralaba atau franchise agar jalannya bisnis lebih cepat berkembang.
"Bisnis barbershop dapat mendirikan sendiri, namun lebih bagus jika bergabung dengan Brand yang sudah ada. Karena calon pebisnis barbershop akan mendapat pelatihan dan bimbingan saat membuka barbershop," lanjut Hadi.
Bisnis barbershop milik Hadi Wibowo sendiri sudah sering mendapatkan piagam dan penghargaan yang berhubungan dengan franchise barbershop. Menjalin kerja sama dengan brand akan memberikan banyak keuntungan.
Pebisnis pemula akan mendapat bimbingan tentang seluk-beluk barbershop dan mendapatkan peralatan kebutuhan salon secara komplit. Jadi tidak perlu bingung menyiapkan segala tetek bengeknya.
"Lebih baik belajar dulu, bergabung jadi franchise barbershop, itu lebih bagus, bisa deh konsultasi kalau memang butuh informasi tentang bisnis franchise barbershop," lanjutnya.
Bisnis barbershop milik Hadi Wibowo, Raja Cukur, membuka peluang untuk siapa saja yang tertarik berbisnis di dunia barbershop. Ia biasa membagi ilmunya lewat website rajacukur.blogspot.com.