TRIBUNNEWS.COM - Donny Damara dan Shandy Sjariff, dua aktor kawakan Indonesia, sempat diliputi perasaan tidak percaya diri.
Seiring bertambah usia, rambut mereka rontok hingga terancam mengalami kebotakan.
Tentu saja kondisi tersebut jadi momok menakutkan bagi mereka, karena sebagai aktor rambut merupakan aset berharga.
Baca juga: Berteman Baik Jadi Kesulitan Rio Dewanto dan Donny Damara di Film Hari Ini Akan Kita Ceritakan Nanti
Padahal, Shandy muda punya rambutnya lebat. Namun, sejak memasuki usia 30 tahun, rambutnya mulai rontok.
Kerontokan pada rambutnya begitu kentara saat terpapar cahaya lampu syuting.
"Karena lampu terang kan, itu makin enggak pede (percaya diri) karena di situ rambutnya kelihatan botak, makin menipis, bahaya kalau didiamin,” terang Shandy Sjariff saat menghadiri Festival “Pesta Warga” yang digagas komunitas bapak2ID di ICE BSD Hall 6, Tangerang, Banten.
Selain faktor usia, Shandy menduga kerontokan rambutnya karena penggunana berbagai cairan atau pewarna rambut untuk kebutuhan syuting dengan waktu relatif panjang.
“Ini sebenarnya bukan hanya karena usia, gaya pakai wax dan lain-lain tadi, nggak cuci rambut pulang padahal syuting sampai 20 jam. Hal-hal begitu yang memperburuk-memperparah,” lanjut bintang sinetron “Jodoh Wasiat Bapak” itu.
Baca juga: Rontok hingga Takut Alami Kebotakan, Aktor Shandy Sjariff Jalani Transplantasi Rambut sebagai Solusi
Tak tinggal diam, Shandy Sjariff menjalani treatment “hair transplant” atau transplantasi rambut di Farmanina Aesthetic & Hair Clinic. Ia kini terhindar dari kebotakan.
Cerita yang sama juga disampaikan Donny Damara. Ia mengalami kerontokan rambut.
Namun, saat ini Donny masih menjalani proses PRP (Platelet Rich Plasma) karena keterbatasan waktu.
PRP adalah terapi perawatan rambut rontok dan merangsang pertumbuhan rambut.
“Ya saya masih terbatas waktu syuting yang padat sehingga masih PRP dulu. Saya juga merasakan hal yang sama seperti Shandy. Lalu saya datanglah ke Farmanina di Tebet, dianalisa kulit kepala saya, rambut saya. Saya dianjurkan sebelum melakukan ‘transplant rambut’ dilakukan dulu PRP,” terang aktor 57 tahun itu.
Meski baru menjalani PRP, Donny mengaku banyak mendapat tanggapan positif dari rekan-rekannya.
“Teman-teman bilang rambut lo udah mulai nggak botak lagi? Saya bilang oh ya! Jadi mereka yang lebih notice dibanding saya."
"Kebayang kan gimana kalau saya melakukan ‘transplant rambut’,” sambung nominator “Pemeran Pendukung Pria Terbaik” FFI 1991 untuk film “Perwira dan Ksatria” itu.
Menurut dr. Cintawati Farmanina, Mbio (AAM), “transplant rambut” menjadi pilihan utama apabila kepala sudah terjadi kebotakan yang tidak bisa lagi di-treatment dengan obat-obatan.
Apalagi kebotakan tersebut sudah tidak ada akar rambutnya. Jadi, mau tidak mau harus melakukan “transplant rambut” anjur dokter Nina kepada warga.
Menurut dia, rambut berhubungan dengan kepercayaan diri. Terutama bagi siapa saja yang meyakini rambut yang sehat sebagai penunjang penampilan.
"Apalagi bapak-bapak ini kan sering kali ditantang sama banyak orang. Kan orang suka bilang, tuh itu sudah mulai tidak ada rambut, udah kelihatan umurnya. Jadi untuk kepercayaan diri dan buat semangat kerja. Mau nggak mau jadi tambah semangat kerja," ucapnya.
Pak James Ja Markus,Pak Nuang 2,000, dan Pak Munawir bin Sabin.selaku host juga ikut nimbrung dalam obrolan di Pesta Warga.
“Wah nggak kebayang kalau hidup di usia bapak-bapak ini trus nggak punya rambut. Ini benar-benar jadi salah satu masalah utama bapak-bapak. Di rumah udah banyak tumpukan topi buat nutupin kepala botak," kata Pak James disusul tawa warga.
Sekadar info, Festival “Pesta Warga” menjadi ajang nostalgia bagi bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak hingga orang tua dengan beragam kegiatan warga pada umumnya.