News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Potensi Layanan Rumah Tangga di Asia Tenggara Capai 150 Miliar Dolar AS

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI PRT - Pekerjaan berbasis keterampilan praktis seperti perawatan, kebersihan, transportasi, dan layanan rumah tangga masih menjadi tulang punggung ekonomi di banyak negara Asia.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pekerjaan berbasis keterampilan praktis seperti perawatan, kebersihan, transportasi, dan layanan rumah tangga masih menjadi tulang punggung ekonomi di banyak negara Asia.

Meski sering dipandang sebelah mata, sektor tenaga kerja blue collar justru memiliki potensi besar di tengah perubahan demografi, urbanisasi yang pesat, serta meningkatnya permintaan terhadap layanan personal berkualitas.

CEO Ayasan Holdings, Kotaro Ise, mengatakan bahwa di tengah kemajuan digital dan otomasi, pekerjaan yang melibatkan empati dan interaksi manusia, seperti merawat anak atau lansia. 

"Pasar layanan rumah tangga di Asia Tenggara diperkirakan mencapai 150 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan signifikan di sektor cleaning service dan baby sitter," ujar Kotaro dalam keterangannya, Rabu (8/10/2025).

Kotaro mengatakan pihaknya melibatkan sekitar 500 karyawan dan lebih dari 100.000 pekerja terdaftar.
 
Di Indonesia, lebih dari 3.000 tenaga kerja terampil telah bergabung menawarkan berbagai jasa seperti asisten rumah tangga, baby sitter, sopir pribadi, perawat lansia, hingga koki profesional.

"Kami memposisikan diri sebagai Grab untuk layanan home service, namun dengan visi lebih besar merevolusi industri tenaga kerja blue-collar di Asia," kata Kotaro.
 
Kotaro mengungkapkan pihaknya menggabungkan standar kualitas Jepang, sistem pelatihan internal, serta teknologi kecerdasan buatan (AI) yang telah dikembangkan selama enam tahun.

"Asia akan menjadi satu pasar terintegrasi. Kami bersiap menjadi pemimpin di pasar tenaga kerja ini," pungkas Kotaro Ise.

Permintaan terbesar datang dari sektor perhotelan dan restoran yang tengah mengalami kekurangan tenaga kerja blue-collar.

Di Thailand, layanan baby sitter jangka pendek dan perawatan lansia di destinasi wisata seperti Phuket, Pattaya, dan Chiang Mai mencatat pertumbuhan hingga 200 persen per bulan.

Baca juga: OJK: Jaminan Sosial untuk Pekerja Informal Masih Rendah

Melihat tren positif tersebut, Kotaro mengungkapkan rencana ekspansi ke Bali dan destinasi wisata utama Indonesia mulai 2026.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini