News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bacaan Doa

Doa Perjalanan Jauh agar Aman di Jalan dan Selamat sampai Tujuan

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Febri Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DOA PERJALANAN JAUH - Gambar didesain Tribunnews di BeFunky, Rabu (24/12/2025). Muslim yang melakukan perjalanan jauh sebaiknya membaca doa agar selalu mendapat perlindungan Allah. Selain itu, perlu memahami adab dalam perjalanan.

Ringkasan Berita:

  • Seorang muslim yang bepergian jauh dianjurkan untuk berdoa dan memohon perlindungan Allah Swt dari malapetaka di perjalanan.
  • Melakukan perjalanan jauh dalam Islam disebut safar, dan orang yang melakukannya disebut musafir.
  • Musafir sebaiknya memahami adab dalam perjalanan menurut sunah Rasulullah Saw.

 

TRIBUNNEWS.COM - Setiap muslim dianjurkan untuk berdoa sebelum melakukan perjalanan, baik perjalanan jarak dekat maupun jarak jauh.

Dalam Islam, perjalanan ke suatu tempat atau bepergian jauh disebut safar dan orang yang bepergian jauh disebut musafir.

Para ulama dari mahzab Syafi'i, Maliki, dan Hambali sepakat bahwa perjalanan disebut perjalanan jauh (safar) dan orangnya disebut musafir jika ia menempuh jarak lebih dari 85 kilometer.

Pendapat tersebut berdasarkan hadis berikut ini, seperti dikutip dari skripsi Safar dalam Al-Quran (Studi Tafsir Tematik) oleh Muhammad Ebin Rajab Sihombing, mahasiswa UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu (2022).

Rasulullah Saw bersabda: “Dahulu Ibnu Umar ra dan Ibnu Abbas ra pernah mengqashar salat dan tidak berpuasa ketika bersafar menempuh jarak 4 burud (yaitu: 16 farsakh).” (HR. Bukhari)

Kementerian Agama Republik Indonesia mengingatkan umat Islam agar membaca doa bepergian ketika melakukan perjalanan jauh.

Doa perjalanan jauh bertujuan memohon perlindungan Allah Swt dari segala malapetaka yang mungkin terjadi dalam perjalanan.

Selain itu, orang yang berdoa dalam perjalanan maka Allah Swt akan mengabulkan doanya.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda: "Ada tiga doa mustajabah yang tidak disangsikan lagi, yaitu doa orang teraniaya, doa orang dalam perjalanan, dan doa orang tua untuk anaknya.” (HR Abu Dawud, At-Tirmiżi, dan Ibnu Majah).

Merujuk laman Kementerian Agama, berikut ini doa perjalanan jauh yang dapat dibaca oleh musafir.

Doa Perjalanan Jauh

اَللَّهُمَّ بِكَ أَسْتَعِيْنُ، وَعَلَيْكَ أَتَوَكَّلُ، اَللَّهُمَّ ذَلِّلْ لِي صُعُوْبَةَ أَمْرِيْ، وَسَهِّلْ عَلَيَّ مَشَقَّةَ سَفَرِيْ، وَارْزُقْنِيْ مِنَ الخَيْرِ أَكْثَرَ مِمَّا أَطْلُبُ، وَاصْرِفْ عَنِّي كُلَّ شَرٍّ، رَبِّ اشْرَحْ لِيِ صَدْرِيْ، وَيَسِّرْ لِيْ أَمْرِيْ

Allāhumma bika asta‘īnu, wa ‘alaika atawakkalu. Allāhumma dzallil lī ṣu‘ūbata amrī, wa sahhil ‘alayya masyaqqata safarī, warzuqnī minal khairi mim mā aṭlubu, waṣrif ‘annī kulla ṣyarr, rabbiṣ-raḥlī ṣadrī wa yassir lī amrī.

Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku memohon pertolongan dan kepada-Mu aku berpasrah. Ya Allah, ringankan kesulitan pada urusanku, mudahkanlah kendala perjalananku, karuniakanlah kebaikan bagiku melebihi apa yang kuminta, palingkanlah segala keburukan dariku. Tuhanku, lapangkanlah hatiku dan mudahkanlah urusanku.”

Baca juga: Doa Tolak Bala, Ikhtiar Agar Dilindungi Allah dari Cobaan Hidup

Hikmah Melakukan Perjalanan Jauh

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan beberapa hikmah bagi muslim yang melakukan perjalanan jauh menurut pandangan Imam Syafi'i dalam Kitab Diwan asy Syafi’i.

1. Menghilangkan kesedihan dan kejenuhan

Bepergian ke tempat baru dapat menyegarkan pikiran, mengurangi beban batin, dan menghilangkan rasa bosan akibat rutinitas yang monoton.

2. Membuka peluang rezeki

Merantau sering menjadi jalan untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik, sekaligus melatih kemandirian dan kemampuan bertahan hidup.

3. Menambah ilmu dan amal

Setiap daerah memiliki keunggulan ilmu dan pengalaman yang berbeda. 

Dengan safar, seseorang bisa memperluas wawasan, mengambil pelajaran, serta memperbanyak amal dan dakwah, seperti apa yang dilakukan oleh para pejuang dakwah pendahulu.

4. Mempelajari adab dan tata krama

Hidup di lingkungan baru mengajarkan sikap toleransi, saling menghargai, dan kemampuan beradaptasi dengan perbedaan budaya.

Bepergian ke suatu di daerah bukan hanya tentang menunaikan tujuan, namun juga belajar tentang tata krama di daerah tersebut.

5. Memperluas pertemanan yang baik

Di perantauan, seseorang dapat memperoleh sahabat-sahabat mulia yang membawa manfaat, baik untuk kehidupan pribadi maupun untuk membangun kampung halaman kelak.

Adab Bepergian dalam Islam

Setiap muslim yang hendak bepergian jauh sebaiknya mengetahui adab ketika dalam perjalanan.

Berikut ini adab bepergian, dikutip dari laman Kemenag, Muhammadiyah, dan buku Panduan Musafir, Adab dan Hukum Dalam Safar oleh Abdullah Haidir, diterbitkan oleh Kantor Da'wah dan Bimbingan Bagi Pendatang pada tahun 2005 di Arab Saudi.

1. Dianjurkan Berangkat pada Hari dan Waktu yang Baik

Rasulullah ﷺ menganjurkan melakukan perjalanan pada hari Kamis dan waktu pagi, karena mengandung keberkahan.

“Jarang sekali Rasulullah ﷺ bepergian kecuali pada hari Kamis.” (HR. Bukhari & Muslim)

"Sesungguhkan Nabi Saw keluar pada hari Kamis saat perang Tabuk, dan beliau menyukai keluar (untuk safar) pada hari Kamis." (HR Bukhari)

2. Berpamitan dan Meminta Doa

Sebelum bepergian, dianjurkan berpamitan kepada orang tua, keluarga, dan rekan, serta meminta doa agar diberi keselamatan.

“Aku titipkan agama-mu, amanah-mu, dan akhir dari amalanmu.” (HR. Abu Dawud no. 2233)

3. Membaca Doa dan Bertawakal kepada Allah

Seorang muslim dianjurkan membaca doa keluar rumah, doa naik kendaraan, dan doa perjalanan, sebagai bentuk tawakal dan permohonan perlindungan kepada Allah.

Rasulullah bersabda: “Apabila seseorang keluar dari rumahnya lalu mengucapkan: Bismillāhi tawakkaltu ‘alallāh, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh, maka dikatakan kepadanya: Engkau telah diberi petunjuk, dicukupkan, dan dilindungi.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

"Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." (QS. At-Talaq ayat 3)

4. Memperbanyak Dzikir dan Doa Selama Perjalanan

Perjalanan adalah waktu mustajab untuk berdoa, maka umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir dan mengingat Allah dalam setiap keadaan.

“Rasulullah ﷺ dan pasukannya apabila mendaki, mereka bertakbir; bila turun bertasbih.” (HR. Abu Dawud)

"Tiga doa yang tidak diragukan lagi akan dikabulkan: Doa orang tua untuk anaknya, doa seorang musafir dan doa orang yang dizalimi." (HR Abu Daud)

5. Menjaga Ibadah dan Memanfaatkan Rukhsah Safar

Dalam hadis dan ayat Al-Quran dijelaskan bahwa musafir tetap wajib menjaga sholat. 

Musafir diperbolehkan menjamak dan mengqashar sholat sebagai keringanan baginya yang disebut Rukhsah Safar.

“Salat yang difardhukan bagi penduduk adalah empat raka’at, bagi musafir dua raka’at.” (HR. Abu Dawud)

"Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklha mengapa kamu qashar sholat (mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir." (QS. An-Nisa: 10)

"Sesungguhnya Allah senang jika keringanan-keringanan-Nya (rukhsah-Nya) digunakan sebagaimana Dia senang jika ajaran-ajaran-Nya yang lengkap digunakan." (HR Ahmad, Baihaqi dan Thabrani)

6. Menjaga Adab Berpakaian dan Sikap di Perjalanan

Seorang muslim dianjurkan berpakaian sopan, menutup aurat, tidak berlebihan, serta menjaga sikap tawadhu dan tidak sombong, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran.

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan jangan menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, saudara-saudara mereka, putra-putra saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara perempuan mereka, perempuan-perempuan (sesama muslimah), hamba sahaya yang mereka miliki, pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap perempuan, atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan..." (QS. An-Nur: 31)

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal (sebagai perempuan terhormat), sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

"Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS. Luqman: 18)

7. Adab Khusus bagi Wanita

Wanita muslim dianjurkan tidak memakai wangi-wangian berlebihan dan bepergian bersama mahramnya.

“Jika seorang wanita memakai wewangian lalu berjalan melewati orang banyak agar mereka mencium baunya, maka ia seperti seorang pezina, dan beliau (Rasulullah) mengucapkannya dengan nada keras.” (HR. Abu Dawud no. 4173)

"Tidak halal bagi seorang wanita beriman kepada Allah dan hari akhir untuk melakukan safar perjalanan sehari semalam kecuali jika bersama mahram." (HR Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi)

8. Tidak Bepergian Sendiri dan Menunjuk Pemimpin

Disunnahkan bepergian tidak sendirian, minimal bertiga, dan menunjuk seorang pemimpin dalam rombongan.

"Jika ada tiga orang yang melakukan safar (perjalanan), hendaklah mereka mengangkat salah seorang sebagai pemimpin." (HR Abu Daud)

9. Segera Pulang Setelah Urusan Selesai

Setelah menyelesaikan keperluan, dianjurkan segera kembali kepada keluarga dan menghindari pulang larut malam.

"Jika seseorang telah menyelesaikan keperluannya, hendaklah dia kembali kepada keluarganya." (HR Bukhari)

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini