News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tips Makan Sehat Tak Harus Mahal: Kuncinya pada Perencanaan Menu

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MAKANAN SEHAT - Makanan yang dibuat vendor untuk Sekolah Rakyat beberapa waktu yang lalu, Senin (27/10/2025). Makan sehat tidak harus mahal, asalkan dilakukan dengan perencanaan menu yang tepat dan seimbang, simak tipsnya.

Ringkasan Berita:

  • Makan sehat tidak harus mahal, asalkan dilakukan dengan perencanaan menu yang tepat dan seimbang.
  • Mahasiswa disarankan memilih sumber protein terjangkau serta membatasi makanan instan dengan menambahkan sayur dan buah.
  • Keseimbangan gizi menjadi kunci menjaga stamina, konsentrasi, dan produktivitas di tengah aktivitas kuliah.

 

TRIBUNNEWS.COM - Makan sehat tidak selalu identik dengan biaya mahal.

Bagi banyak mahasiswa, keterbatasan uang saku dan padatnya aktivitas perkuliahan kerap membuat pilihan makanan menjadi sekadarnya.

Padahal, dengan perencanaan menu yang tepat, mahasiswa tetap dapat memenuhi kebutuhan gizi harian meski memiliki anggaran terbatas.

Pola makan seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, serta sayur dan buah berperan penting dalam menjaga stamina dan konsentrasi.

Sumber protein seperti telur, tempe, tahu, ikan, dan ayam dapat menjadi pilihan terjangkau namun tetap bergizi.

Sementara itu, konsumsi makanan instan dan cepat saji sebaiknya dibatasi.

Jika terpaksa mengonsumsinya, menu tersebut masih dapat disiasati agar lebih sehat dengan menambahkan protein dan sayuran segar.

Dengan perencanaan menu yang baik, makan sehat tetap bisa dilakukan tanpa membebani pengeluaran.

Selengkapnya, dilansir dari laman resmi IPB, berikut tips makan sehat tanpa harus mengeluarkan biaya mahal.

1. Kunci Makan Sehat Ada pada Perencanaan

Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Hardinsyah, menegaskan bahwa mahasiswa tetap dapat memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.

Baca juga: 10 Jenis Sayuran yang Cocok untuk Ditumis, Solusi Makan Sehat dan Cepat

Kuncinya terletak pada perencanaan sederhana dan pemilihan menu yang tepat.

Asupan gizi seimbang berperan penting dalam menjaga konsentrasi, stamina, dan produktivitas di tengah jadwal kuliah yang padat.

"Enak itu relatif. Bisa mahal, bisa juga hemat, tergantung kondisi mahasiswa. Yang penting tetap bergizi," ujarnya, dikutip dari ipb.ac.id, Senin (19/1/2026).

Ia menekankan pentingnya menyusun menu harian secara cermat, dengan tetap mengonsumsi makanan pokok, lauk berprotein, serta sayur dan buah.

Menurutnya, sarapan sebaiknya memenuhi sekitar seperlima kebutuhan gizi harian, sedangkan makan siang bisa mencapai 40 persen.

"Sarapan itu sekitar satu per lima kebutuhan harian. Makan siang bisa sampai 40 persen," katanya.

2. Kurangi Makanan Instan, Tambahkan Protein dan Sayur

Hardinsyah juga menyoroti kebiasaan mahasiswa yang mengandalkan makanan praktis seperti roti atau mi instan.

Pola makan tersebut, menurutnya, perlu diperbaiki dengan menambahkan sumber protein dan sayuran.

"Kalau makan mi, pakai telur, tambahkan timun setengah biji yang disayat-sayat, atau tomat satu biji. Jangan cuma satu sayat, itu hanya aksesoris," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa mahasiswa membutuhkan seluruh zat gizi, terutama protein untuk menjaga massa otot dan kebugaran tubuh.

Sumber protein tidak harus mahal dan bisa diperoleh dari telur, tempe, tahu, ikan, atau ayam.

"Protein itu penting, bukan hanya buat yang nge-gym, tapi semua orang yang aktif," katanya.

Selain protein, konsumsi sayur dan buah juga kerap diabaikan mahasiswa dengan alasan keterbatasan waktu dan biaya.

Padahal, sayur dan buah merupakan sumber antioksidan yang penting bagi kesehatan.

"Sering kali karena kita berburu karbohidrat, lalu tak menghiraukan sayur. Padahal sayur dan buah itu sumber antioksidan," ujarnya.

3. Junk Food Boleh Sesekali, Asal Tetap Seimbang

Menanggapi maraknya konsumsi junk food di sekitar kampus, Hardinsyah mengimbau mahasiswa agar lebih bijak dalam mengombinasikan makanan.

Ia menilai konsumsi makanan cepat saji masih dapat ditoleransi selama diimbangi dengan asupan sehat.

"Kalau terpaksa makan ayam goreng, tidak apa-apa, tapi imbangi dengan jus buah asli, bukan jus rasa, dan gulanya minimal," katanya.

Baca juga: 5 Gejala Utama Gagal Jantung yang Harus Diketahui, Cegah dengan Pola Makan Sehat dan Olahraga

4. Pilih Tempat Makan Bersih dan Biasakan Masak Sendiri

Ia juga mengingatkan pentingnya memilih tempat makan yang bersih dan menyajikan makanan dalam kondisi hangat.

Menurutnya, warung makan sederhana di sekitar kampus kini semakin layak dan terjangkau.

"Di sekitar kampus banyak pilihan. Warteg sekarang juga sudah semakin bersih. Dengan Rp10.000 sudah bisa makan," ujarnya.

Selain itu, membawa botol minum sendiri dan memasak bersama di kos dinilai dapat membantu mahasiswa menghemat pengeluaran.

Aktivitas memasak bersama juga memiliki nilai edukatif.

"Masak bersama itu ada nilai kepemimpinan yang luar biasa," katanya.

Hardinsyah menegaskan bahwa kunci pola makan sehat bagi mahasiswa adalah keseimbangan.

"Tidak apa-apa sesekali makan junk food, tapi tetap harus diseimbangkan dengan sayur dan buah," ungkapnya.

(Tribunnews.com/Latifah)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini