News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bacaan Doa

Doa Ketika Bayi Lahir agar Terhindar dari 'Ain dan Hal Buruk

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Yurika NendriNovianingsih
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DOA KETIKA BAYI LAHIR - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Kamis (23/4/2026). Muslim dianjurkan untuk mendoakan bayi yang baru lahir agar ia terhindar dari segala keburukan dan selalu dilindungi oleh Allah SWT.

Ringkasan Berita:

  • Kelahiran bayi adalah karunia Allah yang dianjurkan disambut dengan doa dan rasa syukur.
  • Islam mengajarkan berbagai adab seperti tahnik, memberi nama baik, aqiqah, serta mencukur rambut bayi sebagai bentuk ibadah dan kepedulian.
  • Orang tua juga dianjurkan memperbanyak doa agar anak mendapat perlindungan dan tumbuh saleh.
  • Semua amalan ini menjadi wujud harapan agar anak membawa keberkahan bagi keluarga.

TRIBUNNEWS.COM - Kelahiran seorang bayi merupakan rezeki dan karunia dari Allah SWT.

Dalam hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW. menganjurkan kepada Muslim untuk mendoakan bayi yang baru lahir.

Dari hadis Ibnu Abbas berkata bahwa Nabi Muhammad saw. memohonkan perlindungan untuk Hasan dan Husain seraya bersabda: ‘Sesungguhnya ayah kalian (Nabi Ibrahim) dahulu memohonkan perlindungan dengan doa ini untuk Ismail dan Ishaq: Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, binatang berbisa, dan dari setiap pandangan mata yang jahat.’ (HR. al-Bukhari)

Doa tersebut menunjukkan pentingnya memohon perlindungan kepada Allah sejak awal kehidupan anak, dari pandangan jahat (‘ain) dan berbagai keburukan lainnya.

Dengan doa, orang tua berharap anaknya senantiasa dijaga dari berbagai gangguan yang terlihat maupun tidak terlihat, serta tumbuh dalam lindungan dan keberkahan-Nya.

Mengutip buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa karya Ust. Ahmad Zacky El-Syafa, berikut doa ketika bayi baru lahir.

Doa Ketika Bayi Lahir

أُعِيذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

U'iidzuka bikalimaatillaahit tammaati min kulli syaithaanin wa haammatin wa min kulli 'ainin laammatin

Artinya: "Aku memohon perlindungan untukmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari godaan syaitan dan binatang yang berbisa dan setiap mata yang jahat ('ain)." (HR. Bukhari)

Baca juga: Doa Aqiqah untuk Anak Laki-laki dan Perempuan, Tanda Syukur Kepada Allah SWT

Doa Memohon Perlindungan Allah

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَوْلَادِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاحْفَظْهُمْ وَلَا تَضُرَّهُمْ وَارْزُقْنَا بِرَّهُمْ

Allâhumma bârik lanâ fî aulâdinâ wa dzurriyyâtinâ wahfadhhum wa lâ tadlurrahum warzuqnâ birrahum

Artinya: “Ya Allah berkahilah kami di dalam anak-anak dan keturunan kami, jagalah mereka (dari segala kejelekan), jangan Engkau bahayakan mereka, dan berilah kami kebaikan mereka.”

Adab Menyambut Kelahiran Bayi dalam Islam

Kelahiran seorang bayi merupakan momen penuh kebahagiaan sekaligus amanah besar dari Allah SWT.

Dalam Islam, ada beberapa adab yang dianjurkan untuk dilakukan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa agar anak tumbuh dalam keberkahan dan kebaikan.

Berikut adab ketika menyambut kelahiran bayi, dirangkum dari laman Kementerian Agama dan Muhammadiyah.

1. Mengumandangkan azan dan iqamah

Salah satu adab yang dianjurkan adalah mengumandangkan azan di telinga kanan bayi dan iqamah di telinga kirinya. Hal ini bertujuan agar kalimat tauhid menjadi suara pertama yang didengar oleh sang bayi.

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang dikaruniai anak, lalu ia mengumandangkan azan di telinga kanan dan iqamah di telinga kirinya, maka anak itu tidak akan diganggu oleh setan.” (HR. Al-Baihaqi)

Namun, banyak ulama yang menganggap hadis ini dhaif (lemah) sehingga kurang dapat dijadikan hujjah.

2. Melakukan tahnik

Tahnik adalah mengunyahkan kurma atau makanan manis, lalu mengoleskannya ke langit-langit mulut bayi. Ini merupakan sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

Dari Abu Musa RA, ia berkata: “Aku dikaruniai seorang anak, lalu aku membawanya kepada Nabi SAW. Beliau menamainya Ibrahim dan mentahniknya dengan kurma.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tahnik mengandung makna doa agar anak tumbuh kuat dan sehat sejak awal kehidupannya.

3. Memberikan nama yang baik

Memberi nama yang baik adalah bentuk doa dan harapan orang tua kepada anaknya. Dalam Islam, nama memiliki makna penting karena akan melekat sepanjang hidup seseorang.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama ayah kalian, maka perbaguslah nama kalian.” (HR. Abu Dawud)

4. Melaksanakan aqiqah

Aqiqah merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah atas kelahiran anak. Untuk anak laki-laki disunnahkan menyembelih dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan satu ekor kambing.

Rasulullah SAW bersabda: “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Aqiqah juga menjadi sarana berbagi kebahagiaan dengan keluarga dan masyarakat sekitar.

5. Mencukur rambut bayi dan bersedekah

Pada hari ketujuh, rambut bayi dianjurkan untuk dicukur, lalu ditimbang dan disedekahkan seberat timbangan rambut tersebut dalam bentuk perak atau nilainya.

Hal ini sebagaimana dilakukan pada cucu Rasulullah SAW, Hasan dan Husain.

6. Mendoakan kebaikan untuk bayi

Selain amalan-amalan di atas, orang tua juga dianjurkan untuk memperbanyak doa bagi anaknya. Doa menjadi bentuk perlindungan dan harapan agar anak tumbuh dalam iman dan kebaikan.

Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yang berkata: ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.’” (QS. Al-Furqan: 74)

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini