TRIBUNNEWS.COM, Jakarta - Puluhan nenek, bocah, dan ibu-ibu dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), berunjuk rasa di depan kantor DPRD Provinsi DKI Jakarta, Kamis (25/3/2010). Mereka menuntut pembubaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), karena dianggap sudah bertindak diluar batas kemanusiaan.
"Kita akan terus turun ke jalan, sampai Gubernur Jakarta, Foke (Fauzi Bowo) turun, sebagai bentuk tanggung jawab atas perilaku Satpol PP tersebut," tuntut seorang orator SRMI.
"Ingat, tiga nyawa sudah hilang gara-gara Satpol PP. Harus ditambah berapa lagi untuk membubarkan Satpol PP?" sergahnya.
Menurut data yang dihimpun Tribunnews.com dari berbagai sumber, selama tahun 2010 sedikitnya tiga orang kehilangan nyawa dalam penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP.
Mereka adalah Christian Adi (18), seorang 'pak ogah' yang meninggal tenggelam setelah melompat ke Kali Moevart Daan Mogot, pada 3 Maret 2010. Faisal (17) pengamen yang meninggal setelah tertabrak truk di Cempaka Putih pada 1 Maret 2010.
Korban terakhir adalah Ari (17), juga adalah seorang pengamen yang diperkirakan meninggal karena tenggelam di Banjir Kanal Timur pada 9 Maret 2010. Ari sendiri sampai hari ini jasadnya belum diketemukan. Semua korban tersebut lari tunggang langgang menyelamatkan diri setelah dikejar Satpol PP.
Demo Tuntut Satpol PP Dibubarkan
Penulis: Dany Permana
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan