TRIBUNNEWS.COM, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf Amin menilai kerusuhan berdarah di Koja, Jakarta Utara untuk mempertahankan makam Mbah Priok mustahil ditunggangi asing. Itu hanya merupakan luapan emosi bukan ditunggangi dari pihak asing.
"Saya belum bisa mengatakan. Yang ada itu emosional, sehingga masing-masing tidak mengendalikan diri. Kalau masalah siapa yang menunggangi belum ada buktinya," ujar Ma'ruf Amin saat ditemui di Gedung Balai Kota, Jakarta, Kamis (15/4/2010).
Ma'ruf juga menyayangkan atas tragedi yang terjadi di Tanjung Priok kemarin. Menurutnya, dua masalah yakni terkait hak tanah semestinya tidak dikaitkan dengan hak waris. "Keberadaan makam, sebaiknya tidak dikaitkan dengan hak waris," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, solusi yang baik untuk menyelesaikan masalah tersebut kedua belah pihak yakni masyarakat dan PT. Pelindo dapat melakukan kompromi.
"Sebaiknya dicari satu kompromi tidak hanya satu pihak. Sehingga tidak mengganggu terminal. Diatur, juga penataannya yang rapih," tandas Ma'ruf Amin.
MUI: Kerusuhan Priok Tidak Ditunggangi Asing
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan