News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ba'asyir Batal Shalat Idul Fitri Bersama Keluarga

Penulis: Vanroy Pakpahan
Editor: OMDSMY Novemy Leo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Abu Bakar Ba'asyir dan Syaukani Hassan Rais

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Harapan Amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) alias Abu Bakar Ba'asyir untuk shalat Ied bersama keluarganya pada hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah, mungkin tidak akan terlaksana Jumat (10/9/2010) pagi.

Ba'asyir kemungkinan akan melaksanakan shalat bersama tahanan lainnya.

"Kan banyak tahanan di situ (ruang tahanan Bareskrim)," ujar putra bungsu Ba'asyir, Abdurrachim, kepada Tribunnews.com, Kamis (9/9/2010).

Sebenarnya, lanjut Abdurrochim, ayahnya hendak melaksanakan shalat Ied bersama dengan keluarga besar mereka di lingkungan MabesPolri, jika Ba'asyir diperbolehkan shalat di luar ruang tahanan Bareskrim Polri.

"Tapi kelihatannya, kalau mau shalat Idul Fitri bersama sekarang ini nggak mungkin, tempatnya nggak memadai," tuturnya. Pasalnya, permohonan Ba'asyir untuk menjalankan shalat Idul fitri di luar lingkungan ruang tahanan Bareskrim Polri, dengan keluarga besarnya, ditolak.

"Insyaallah kabarnya boleh dijenguk dari mulai habis Dzuhur (sekitar pukul 12.00 Wib). Kita juga sedang menunggu informasi selanjutnya. Tapi kalau nggak bisa menjenguk habis Dzuhur, ya kitajenguknya jam 16.00 sore seperti (jam besuk) biasa," ungkapnya.

Menurutnya, tidak da sesuatu hal yang istimewa yang akan mereka bawa untukĀ  Ba'asyir dalam perayaan Idul Fitri esok hari. Ba'asyir juga tidak memesankan sesuatu yang khusus.

"Cuma makanan biasa kalau orang Idul Fitri. Yang lebih paling banyaknya, jadi lebih banyak," tutur Abdurrochim.

Dan, karena lambung pria tiga anak itu masih bermasalah, maka Ba'asyir hanya dapat menikmati bubur tim dan buah-buahan. Menurutnya, biasanya pada hari raya ayahnya menerima tamu di rumah.

"Paling ustad menerima tamu, di hari pertamasetelah shalat. Nggak lama-lama, paling 5 sampai 10 menit. Tamu-tamukan banyak yang datang, dari masyarakat, dari Solo, dari tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh lain. Sore baru kita ke rumah ya," ungkapnya.

Hal yang mungkin membedakan Idul Fitri kali ini dengan tahun-tahunlalu, menurut Abdurrochim adalah posisi sang ayah yang kemungkinanbesar tak dapat lagi menjadi imam dan khotib shalat Ied. Lalu apa harapan Ba'asyir di hari Idul Fitrinya di ruang tahanan Bareskrim tahun ini?

"Ya, Ustad berharap semua permainan mereka (Polri) dalam kasus ini
(kejahatan terorisme yang dituduhkan kepada Ba'asyir) dapat terbongkar. Karena ini semua (kasus yang dituduhkan kepada Ba'asyir) tidak lebih dari sebuah permainan semata," tutur Abdurrochim.

Abdulrrochim menambahkan, ayahnya tidak marah atas penolakan Polri terhadap permohonannya shalat Ied di luar ruang tahanan Bareskrim Polri.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini