News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penculikan Anak

Polisi Diminta Periksa Panti Anak

Editor: Prawira
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Laporan wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Penculikan terhadap Firsansah Erza Gibari (1,5) pada Jumat lalu (26/11/2010) yang diduga dilakukan oleh sindikat penculikan anak, sangat mungkin telah melibatkan panti asuhan maupun tempat-tempat penitipan anak. Hal tersebut dituturkan oleh ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait, saat dihubungi wartawan, Kamis (2/12/10).

"Kami juga telah menyarankan kepada pihak kepolisian untuk menelusuri tempat-tempat yang dimanfaatkan oleh sindikat penculikan, berkedok panti asuhan maupun sejenisnya" tutur Arist.

Lebih lanjut Arist menjelaskan, dengan tidak adanya permintaan tebusan, sangat mungkin korban akan dijual untuk praktik adopsi ilegal, maupun dipekerjakan untuk mengemis. Salah satu jalurnya adalah melalui panti-panti anak.

Korban yang akrab dipanggil Ijan itu, raib dari kediaman orang tuanya di Gang Haji Noim, Rt 4 Rw 1, Kelurahan Baru, Pasar Rebo, Jakarta Timur, saat ditinggal sang nenek, Siti Rohayah untuk mengangkat jemuran. Siti ia hanya meninggalkan sang cucu sekitar 10 menit.

Pelaku penculikan tersebut menurut sejumlah saksi adalah seorang laki-laki berumur sekitar 40 tahun, berperawakan tinggi dengan rambut bergelombang. Penculik itu membawa kabur Ijan dengan menumpang sebuah angkot.

"Penculikan sudah meresahkan masyarakat, oleh karena itu kasus semacam ini harus ditangani serius oleh kepolisian" ujarnya.

Menurut Arist, untuk balita seperti Ijan, pada praktik adopsi ilegal bisa dihargai mulai dari Rp 5-50 juta, dan para pelaku penculikan umumnya berlatar belakang motif ekonomi.

Kasat Reskrtim Polres Jakarta Timur, Kompol Dodi Rahmawan mengaku bahwa ada kemungkinan hilangnya Ijan dilakukan oleh sindikat penculikan anak, dengan motivasi ekonomi.

Dalam kasus penculikan Ijan, Kepolisian memang telah menggandeng Komnas Anak. Kordinasi yang mereka lakukan antara lain berbagi data mengenai penculikan, dan informasi-informasi terkait guna memecahkan kasus tersebut. Mengenai pemeriksaan tempat-tempat penitipan anak, Dodi mengaku bahwa pihaknya juga akan melakukan hal tersebut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini