TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Muhammad Gerry Buana alia Geger pembunuh sopir
taksi TransCab pada Sabtu (26/3/2011) lalu ternyata baru tinggal di
Jakarta selama satu minggu. Pria berumur 20 tahun ini datang dari
Palembang niat untuk mencari kerja.
Namun diperantauan justru ia malah berurusan dengan polisi karena
tindakannya yang mengakibatkan kematian sopir TransCab Zulkarnaen
Freddy.
Pengakuan dirinya kepada wartawan, ia datang jauh-jauh dari palembang
untuk mengadu nasib di Jakarta. "Saya datang ke sini baru seminggu dan
tinggal di rumah abang saya. Niat saya kemari untuk mencari kerja,"
katanya saat ditemui tribunnews.com di Mapolda Metro Jaya, Selasa
(5/4/2011).
Pria kelahiran Palembang 11 Desember 2011 ini mengaku membunuh
Zulkarnaen lantaran kesal karena korban mencacinya dengan kata-kata
kotor.
Ia menceritakan, kejadian berawal ketika dirinya bermain ke rumah
temannya di Cawang Jakarta Timur. "Saat itu saya main ke rumah teman.
Dari Tanah Abang saya naik motor dengan teman. Tetapi pas mau pulang
teman saya meninggalkan saya dan menyuruh saya naik taxi saja,"
jelasnya.
Tanpa berbekal uang sepeser pun, ia pun naik taxi yang dikendarai
Zulkarnaen dari Cawang. Sesampainya di Jalan Jembatan Tinggi Kelurahan
Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, ia pun berhenti.
Ia kemudian turun dan meminjam uang kepada Dewi dan Nora dengan total Rp
15 ribu untuk membayar taksi dengan argo Rp 12700. Tetapi, saat
diberikan ongkos tersangka malah mendapat kata-kata kotor dari korban.
Tidak terima dengan kata-kata tersebut akhirnya Geger menusukan sebilah
pisau dapur kepada korban tepat di dada kirinya.
Ia mengaku saat kejadian dirinya dalam keadaan sadar tanpa dibawah
pengaruh alkohol. "Saya tidak minum, teman-teman saya yang minum,"
ujarnya menyangkal pertanyaan wartawan.
Tetapi menurut keterangan polisi Geger saat kejadian dalam keadaan
mabuk. "Pada saat menumpang taksi, tersangka dalam keadaan mabuk," kata
Pjs Kepala Unit II Umum, AKP Jerry.
Setelah menusuk korban, Geger pun langsung pergi meninggalkan Jakarta
pulang ke Kampung halamannya di Palembang dan kemudian ia ditangkap
jajaran Polda Metro Jaya di rumahnya di Palembang.
"Ia saat ditangkap tidak melakukan perlawanan, karena saat itu ia sedang sendirian," kata Jerry.
Penusuk Sopir Taksi ke Jakarta Niat Cari Kerja
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan