News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tanggul Kalimalang Jebol

Warga Jakarta Diajak Boikot Pembayaran Tagihan Air Bulan Agustus

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Yudie Thirzano
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah pekerja memperbaiki tanggul Kali Buaran yang jebol dialiran Kalimalang, kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (1/9/2011). Jebolnya tanggul air sejak Rabu (31/8/2011) malam, tersebut berimbas pada terganggunya pasokan air bersih ke warga Jakarta karena aliran air baku ke instalasi pengolahan air di Pejompongan terhenti total. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jebolnya tanggul Kalimalang pada Rabu (31/8/2011) malam sekitar pukul 20.00 WIB memang sangat berpengaruh pada hajat hidup orang banyak.

Karena banyak warga Jakarta yang kesulitan air bersih akibat jebolnya tanggul tersebut, sejumlah LSM mengajak warga Jakarta untuk tidak usah membayar alias boikot tagihan air bulan Agustus 2011 sebagai bentuk protes. Demikian disampaikan Ketua Forum Warga Jakarta (Fakta), Azaz Tigor Nainggolan.

Tigor mengatakan kedua mitra PAM Jaya yakni PT Palyja dan Aetra dianggap tidak becus mengelola distribusi air bersih di Jakarta. Dikatakannya, ratusan ribu warga Jakarta menjadi kesulitan air bersih akibat jebolnya tanggul tersebut.

"Kami mengajak warga Jakarta untuk tidak usah membayar tagihan air pada bulan Agustus 2011. Pengelolaan air bersih oleh kedua operator tersebut sangat buruk, ini sebagai balasan atas buruknya pengelolaan yang dilakukan oleh mereka," ujar Tigor, Minggu (4/9/2011).

Selain mengajak warga Jakarta tidak usah bayar tagihan, Tigor juga meminta Pemprov DKI segera memutus kontrak kedua operator air tersebut yang sedianya berakhir pada tahun 2022 mendatang. Hal ini juga didukung oleh Ketua Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I) Tom Pasaribu, yang menuturkan Pemprov DKI sebaiknya tidak lagi memperpanjang kontrak dengan kedua operator air tersebut.

"Bila dibiarkan terus, warga Jakarta akan selalu dirugikan. Dalam hal ini Pemprov DKI harus berani bertindak tegas," imbuhnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini