TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tema “daur ulang” begitu melekat di kalangan murid Ricci. Hal ini tersurat dalam Fashion Show dengan tema Fantasy yang dimotori oleh Fangga Retta dan Sansan Dwitami (Kelas XII IPA 2) dalam pentas malam kesenian SMPK Ricci, bertempat di lantai sepuluh Integrity Convention Centre, Mega Glodok Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (22/3/2012).
Dalam kreasinya, mereka memanfaatkan koran bekas yang dirancang menjadi busana. Lenggang – lenggok para peraga busana koran bekas, di bawah kilauan cahaya lampu, menjadikan penampilan yang anggun dan elegan.
Sajian Kelompok Paduan Suara SMPK Ricci turut menyemarakkan pentas seni malam itu. Sejalan dengan tema , mengenakan pakaian khas tradisional, mereka melantunkan lagu – lagu daerah “ Kicir – Kicir” dan “ Cublak – Cublak Sueng “. Beberapa di antaranya berani tampil ‘kemayu’ namun kekanak-kanakan sehingga mengundang senyum para penonton.
Warna merah putih ke-Indonesia-an tampak nyata pada sajian drama dengan judul “ Sahabat Putera Pejuang”. Drama ini menyajikan cerita klasik perlawanan rakyat Indonesia terhadap kekuasaan Belanda. Akhir cerita mudah ditebak yaitu Belanda pasti kalah. Namun yang menarik pada drama ini adalah ketika dua orang pejuang , Ayib (Franky Satria, kelas X.1) dengan Bagong (Fendy Wijaya , kelas X.1) berdebat alot di dalam penjara, beradu argumentasi, bagaimana cara mengalahkan tentara Belanda.
Suasana kelas, di mana murid – murid kelas XI IPA.2 sedang “boring”, diekspresikan dengan memukul-mukul meja. Suara pukulan meja kemudian ditimpali dengan suara botol beradu, petikan gitar, denting piano, kastanyet, Glokenspiel, Tamborin , dan Drum. Ini melahirkan suara berirama sehingga mampu mengiringi lagu- lagu daerah : “Alusiau”, “Cublak-Cublak Suweng”, serta “Yamko Rambe Yamko”.
Tepuk tangan membahana memenuhi ruang tatkala Yovita ( kelas XII) melantunkan “ Karena Ku Sanggup”. Kepiawaiannya mengolah vokal menjadikannya tidak kesulitan menyanyikan lagu – lagu pada nada tinggi. Warna suaranya mirip sekali dengan penyanyi aslinya, Agnes Monica. (*ton)
Baca tanpa iklan