News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemilihan Gubernur DKI

Karakter Ketokohan Kunci Keunggulan Jokowi-Ahok

Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BERI SEMANGAT: Cagub DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) beri semangat pada simpatisan dalam acara kampanye terbuka beberapa waktu lalu di Plaza Timur Senayan, Jakarta. (TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Politisi Partai Amanat Nasional, Bima Arya Sugiharto, menuturkan salah satu kunci kemenangan pasangan calon Jokowi-Basuki pada putaran pertama Pilkada DKI Jakarta 2012 adalah karakter ketokohan yang cukup kuat.

"Sentimen kepartaian hancur pada Pilkada DKI Jakarta kali ini, karena pasangan Jokowi-Basuki menampilkan figur yang terlihat mampu merangkul berbagai kalangan dan golongan," kata Bima Arya, dalam Diskusi "Masihkah Layak Lembaga Survei Dipercaya?", di Jakarta Media Center, Jakarta, Kamis, (19/6/2012).

Dalam menghadapi putaran kedua, menurut Bima, kedua pasang calon harus lebih fokus kepada ide dan gagasan ketimbang pencitraan. Ia pun menyetujui apabila Jakarta dianggap sebagai barometer politik nasional.

Bima seperti dilaporkan Kompas.com melanjutkan, fenomena adanya swing voters atau pemilih yang ketika dilakukan survei belum menetapkan pilihan sampai hari H pencoblosan mengerahkan suara mereka kepada pasangan calon Jokowi-Basuki.

"Para swing voters ini memiliki kecenderungan bergerak ke arah Jokowi-Basuki," ujarnya.

Hal tersebut, menurut Bima, juga dikarenakan oleh faktor figur dan karakter yang dimiliki oleh pasangan calon besutan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.

"Karena figur dan karakter Jokowi maupun Basuki yang menawarkan ide perubahan. Selain itu, visi dan misi Jokowi-Basuki juga berhasil disosialisasikan media secara baik," katanya.

Hari Kamis, (19/7/2012), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta, telah menetapkan pasangan nomor urut tiga Joko Widodo-Basuki Tjahaja sebagai pemenang Pilkada DKI Jakarta 2012 putaran pertama.

Pasangan Jokowi-Basuki memperoleh suara tertinggi di antara lima calon lainnya. Berdasarkan penghitungan suara keseluruhan, pasangan Jokowi-Ahok meraup suara sebanyak 1.847.157 atau sebesar 42,60 persen.

baca juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini