News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemilihan Gubernur DKI

Mesin Partai Koalisi Tak Jalan, Foke-Nara Kalah

Penulis: Ferdinand Waskita
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Calon Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo (kiri), dan Nachrowi Ramli (kanan), melakukan konferensi pers di Posko Pemenangan Foke-Nara, di Jakarta, Kamis (20/9/2012), menyikapi keunggulan pasangan Jokowi-Ahok dalam pilkada DKI Jakarta. Foke menegaskan bahwa dia bersama pasangannya, Nara, akan menghormati hasil pilkada tersebut, dan menjanjikan akan tetap menjaga keamanan Kota Jakarta. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekjen PKS Anis Mata mengatakan bila kekalahan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) di Pilkada DKI karena kurangnya dukungan mesin partai.

"Bagi PKS Alhamdulillah efektif berjalan efektif.  Saya kira PPP juga efektif hanya ada beberapa partai tidak efektif," kata Anis di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin(24/9/2012).

Anis menambahkan kekalahan di pilkada DKI tidak ada hubungannya dengan Sekretariat Gabungan (Setgab). Walaupun hanya berdasar penghitungan cepat, Anis mengatakan proses Pilkada DKI dapat dijadikan sebagai pembuktian mana partai loyal dan yang tidak.

"Enggak saya kira tidak ada korelasinya dengan setgab. Kalau menurut kami ini justru ujian bagi soliditas parpol apakah perintah pimpinan diikuti oleh pendukungnya atau tidak sama sekali. Ini kan membuktikan partai mana yang loyal," katanya.

Anis juga menilai wajar jika terjadi perpecahan suara dalam internal sebuah partai politik. Hal ini diungkapkan Anis menanggapi prediksi dari banyak kalangan yang menganggap bahwa suara PKS pecah dalam dukungan terhadap Foke.

"Peralihan terjadi di semua parpol. Kita bicara pada prosentasi yang normal karena itu masalah segmen," katanya.

Berita Terkait: Pemilihan Gubernur DKI

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini