Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Kampanye Pilkada DKI Cenderung Menjelekkan Pasangan Lain

Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) memberikan beberapa catatan mengenai pelaksanaan pemilukada

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Widiyabuana Slay

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) memberikan beberapa catatan mengenai pelaksanaan pemilukada DKI putaran kedua. Satu diantaranya adalah mengenai kampanye pemilukada DKI.

Menurut Ketua KIPP Wahyu Dinata, definisi kampanye harus ditinjau ulang karena kampanye pada pemilukada DKI kemarin lebih cenderung pada menjelek-jelekkan pasangan calon lain.

"Dalam kampanye kemarin, tak mendidik secara politik. Definisi kampanye harus ditinjau ulang karena kampanye lebih cenderung menjelek-jelekkan pasangan calon lain," ujar Wahyu, Minggu (30/9/2012) saat acara diskusi di Bakoel Coffe Cikini.

Wahyu juga berpendapat iklan di televisi pasangan calon juga merupakan akal-akalan kampanye. Ia juga menyoroti persoalan dana kampanye yang dinilai cukup besar. "Iklan di televisi, satu spot bisa sampai Rp 20 juta. Pemilukada DKI kemarin juga banyak kampanye samar-samar, seperti ucapan terima kasih atau selamat Idul Fitri," cetusnya.

Ditambahkannya, atribut kampanye juga harus dirumuskan seperti apa. Menurutnya atribut kampanye pada pemilukada DKI kemarin bisa mengintimidasi. "Misalnya banyak yang memakai baju kotak-kotak, atau kemudian ada yang memakai baju putih-putih," tambahnya.

METROPOLITAN POPULER

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas