TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kematian Liong Lenny Erwati, memunculkan dugaan motif dendam di balik kasus penembakan.
Harja Budiarta, suami korban, mengaku agak sangsi jika penembakan brutal dilatarbelakangi masalah dendam. Sebab, selama ini ia dan istrinya tidak pernah terlibat masalah dengan orang lain.
"Saya rasa enggak ada yang dendam. Saya dan istri saya selama ini enggak ada ribut-ribut," tutur Harja saat ditemui di Holy Funeral Home Atmajaya, Jakarta Utara, Rabu (24/10/2012).
Harja memaparkan, selama ini istrinya tidak pernah menceritakan, apakah ia memiliki masalah dengan orang lain.
Sepanjang ingatan Harja, ia dan istrinya selama ini tidak memiliki masalah dengan orang lain. Demikian juga mengenai anggapan adanya motif persaingan bisnis yang melatarbelakangi pembunuhan.
"Kalo sesama di pasar, persaingan soal biasa, karena semua juga masing-masing udah lama tokonya, bukan toko baru," ucap Harja.
Liong Lenny Erwati tewas ditembak, saat sedang bersama suaminya dalam perjalanan pulang ke rumah, dari tempat usaha mereka.
Saat kejadian, keduanya mengendarai mobil boks Mitsubishi warna hitam, di Jalan Cidodol Raya sekitar pukul 20.00 WIB.
Saat melintas di turunan dekat kompleks Hankam, mobil yang dikemudikan suami korban, tiba-tiba dipepet oleh dua sepeda motor yang ditumpangi empat orang. Komplotan tersebut kemudian melakukan penembakan, yang menyebabkan korban meninggal dunia. (*)
Baca tanpa iklan