TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Sin Harja Budiarta masih nampak terguncang atas kematian tragis Liong Lenny Erwati, istrinya. Leony tewas dalam penembakan brutalĀ di kawasan Cidodol, Kebayoran lama, kemarin malam.
Ia masih ingat bagaimana paras ketakutan istrinya saat orang tak dikenal membabi buta menembaki mobil yang mereka kendarai.
"Ketika tertembak dia cuma bilang 'Aduh kena'. Ketika saya lihat istri saya sudah berlumuran darah," tutur Harja saat ditemui di Holy Funeral Home Atmajaya, Jakarta Utara, Rabu (24/10/2012).
Melihat istrinya berlumuran darah, Harja tanpa pikir panjang langsung memacu mobilnya ke arah rumah sakit, ia tidak lagi peduli dengan keberadaan pelaku penembakan biadab tersebut.
"Saya sudah tidak perhatikan lagi mereka (pelaku) kemana. Saya cepet-cepet bawa istri saya kerumah sakit," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Perkataan istri tercintanya (aduh kena red), menjadi kata terakhir sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya akibat luka tembak.
"Cuma bilang itu (Aduh kena), setelah itu dia diam. Karena memang darah yang keluar juga sangat banyak," tutur Harja.
Seperti diketahui Liong Lenny Erwati tewas ditembak saat bersama suaminya dalam perjalanan pulang ke rumah dari tempat usaha saat melintas dengan mobil boks Mitsubishi berwarna hitam di Jalan Cidodol Raya sekitar pukul 20.00 WIB.
Saat melintas di turunan dekat kompleks Hankam, mobil yang dikemudikan suami korban, Sin Harjo Budiarta (44), tiba-tiba dipepet oleh dua sepeda motor yang ditumpangi empat orang.
Komplotan tersebut kemudian melakukan penembakan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Belum diketahui motif dibalik penembakan brutal ini.
Baca tanpa iklan