TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang pelaku komplotan curanmor di Jalan Tanah Merdeka IV RT 06 RW 04, Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Senin (25/2/2013) sekitar pukul 04.10 WIB lalu terpaksa ditembak mati petugas karena berupaya kabur saat pengembangan.
Pelaku yang ditembak tersebut bernama Yusuf alias Deni Saputra, seorang pelaku perampokan di Ciracas yang melengkapi dirinya menggunakan senjata tajam dan sempat melukai beberapa warga hingga mengakibatkan warga terluka dan meninggal dunia. Deni sendiri berhasil ditangkap oleh warga, sementara pelaku bersenpi lainnya yakni AD masih buron.
Lebih lanjut, setelah ditangkap warga, Yusuf alias Deni sempat dibawa untuk pengembangan di lapangan selama berhari-hari. Dari hasil pengembangan diamankan dua pelaku lainnya.
Dua pelaku lainnya yang berhasil ditangkap yakni Taman als Indra Setiawan di daerah Cilengsi yang berperan sebagai penadah hasil curian dan Toni yang merupakan adik dari pelaku AD yang masih buron dan berperan sebagai joki yang bertugas mengantarkan kendaraan hasil curian pada pembeli, berhasil dibekuk di Cikupa Tangerang.
"Kasus menonjol yang jadi perhatian masyarakat, hasil ungkap perkara di Ciracas. Total pelaku yang ditangkap ada empat orang," ucap Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Putut Eko Bayuseno, Senin (4/3/2013) di Mapolda Metro Jaya.
Putut mengatakan keempat pelaku tersebut berasal dari satu daerah yang sama yaitu Gunung Batu, Lampung Timur. Keempat pelaku tersebut yakni Deni Saputra alias Yusuf,
Taman alias Indra Setiawan, Toni alias Jaka dan Rudi.
"Saat pengembangan atas nama DS alias Y (Dani alias yusuf) di lapangan, Y berupaya melarikan melepaskan borgol jadi ditembak. Dan dia meninggal dunia saat dibawa ke RS," terang Putut.
Kemudian Putut juga menambahkan anggota di lapangan terus melakukan pengembangan untuk meringkus AD, hingga tertangkap pelaku lain yakni Cecep di Sukabumi, Jabar yang merupakan penadah di kasus penembakan wartawan senior TVRI beberapa waktu lalu.
Klik:
Baca tanpa iklan