News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ahok: Warga Waduk Pluit Lebih Galak dari Kami

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENGERUKAN WADUK PLUIT - Alat berat sedang melakukan pengerukan di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (15/5/2013). Sejumlah warga menolak surat perintah penggusuran rumah di Garuda Mas, Waduk Pluit. Warga meminta pemerintah mengadakan dialog bersama mereka. (Warta Kota/angga bhagya nugraha)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nicolas Timothy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan bahwa banyak upaya kekerasan yang dilakukan oleh warga Waduk Pluit kepada petugasnya ketika sedang bekerja melakukan serangkaian kegiatan pendataan dan lainnya.

"Kami yang punya 400 (unit) rusun saja dibawain golok, lalu Natanael (Pegawai Basuki) mau dibakar hidup-hidup waktu kesana mendata," ujar Basuki di Balaikota, Jakarta, Jumat (17/5/2013).

Kemudian, Basuki juga menceritakan mengapa Kementerian Kelautan dan Perikanan yang memiliki proyek di Pelabuhan Nizam Zaman di sekitar Waduk Pluit ini untuk meningkatkan ekspor-impor ikan pun gagal merelokasi warga waduk Pluit yang enggan pindah.

Padahal, pria yang akrab disapa Ahok ini menjelaskan, Pelabuhan Nizam Zaman merupakan pelabuhan vital dalam rangka ekspor-impor ikan sebesar 60 persen di Indonesia.

"Itu perputaran uang tuh 30 milyar lebih per hari di pelabuhan Nizam Zaman. Tapi kenapa Kementrian Kelautan dan Perikanan tidak pernah gusur mereka? Karena mereka lebih galak yang tinggal," tutur Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur ini pun mempertanyakan sikap Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) atas peristiwa-peristiwa yang terjadi. Apakah hal tersebut merupakan pelanggaran HAM atau bukan.

"Itu Komnas HAM urus tidak?" ujar Ahok.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini