News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Basuki: Ada Pengusaha Kuasai Hampir 2 Hektar Waduk Pluit

Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENGERUKAN WADUK PLUIT - Alat berat sedang melakukan pengerukan di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (15/5/2013). Sejumlah warga menolak surat perintah penggusuran rumah di Garuda Mas, Waduk Pluit. Warga meminta pemerintah mengadakan dialog bersama mereka. (Warta Kota/angga bhagya nugraha)

Tribunnews.com, Jakarta — Basuki Tjahaja Purnama mempertanyakan kapabilitas Komnas HAM karena membela pengusaha di Waduk Pluit. Menurutnya, mereka tidak mengerti arti hak asasi manusia (HAM), apalagi waktu pertama kali diangkat sempat berebut Toyota Camry.

"Makanya, saya bilang, Komnas HAM mau bela ini? Bela orang seperti ini (pengusaha di Waduk Pluit)? Saya meragukan HAM itu apa? Enggak heran bisa berebut mobil Camry itu Komnas HAM," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (16/5/2013).

Menurutnya, kalau Komnas HAM mengerti arti hak asasi manusia, mereka tidak akan membela pengusaha yang berkuasa di Waduk Pluit.  Di Waduk Pluit tersebut, memang ada pengusaha alat berat dan pengusaha yang menyewakan lahan milik Pemprov DKI tersebut.

Basuki melanjutkan, lahan yang digunakan pun tidak tanggung-tanggung. Pengusaha alat berat menguasai hampir 2 hektar tanah di bantaran waduk, sedangkan pengusaha yang mengontrakkan kembali lahannya menguasai lahan hampir 6.000 meter.

"Mereka enggak mau digusur dan memanfaatkan warga lain untuk jadi tamengnya," kata Basuki.

Untuk itu, Basuki melihat Komnas HAM kurang memahami arti hak asasi manusia. Terlebih lagi, beberapa saat setelah dilantik beberapa bulan lalu, sempat terjadi kekisruhan karena ingin mendapatkan mobil dinas berupa Toyota Camry.

"Heran saya sama anggota Komnas HAM kalau enggak ngerti HAM karena mobil Camry aja bisa berebut. Itu yang saya masalah gitu loh kalo Komnas HAM seperti ini. Siapa yang langgar HAM? Sedangkan data kita komplet tentang warga di bantaran waduk," kata Basuki.

Kalau Komnas HAM seperti ini, Basuki bersedia memberikan kuliah umum untuk membahas pengertian HAM. Dengan begitu, mereka tidak akan membela pengusaha yang malah menzalimi rakyat. "Kita sudah tahu Waduk Pluit. Sudah masuk sekian lama," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini