News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kenaikan Harga BBM

Pemkot Tangerang akan Gelar Operasi Pasar

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pekerja membersihkan mural berisi protes rencana kenaikan harga BBM, di pintu gerbang Gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2013). Sebelumnya, pengunjuk rasa yang terdiri dari buruh dan mahasiswa, berunjuk rasa dan bertahan hingga malam, hingga akhirnya dibubarkan paksa polisi.

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Valentino Verry

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Guna mengatasi dampak kenaikan harga BBM, Pemkot Tangerang akan menggelar operasi pasar bagi masyarakat untuk komoditas sembako.

"Sebagai pemerintah daerah, kami memback-up keputusan pemerintah pusat. Jika harga BBM benar dinaikkan, kami akan coba mengurangi beban masyarakat," ucap Harry Mulya Zein (HMZ), Sekretaris Kota Tangerang, saat sidak ke Pasar Malabar, Karawaci, Kota Tangerang, Selasa (18/6/2013).

Menurut Harry, jika harga BBM dinaikkan, sudah pasti harga berbagai kebutuhan pokok akan naik. Karena itu, Pemkot Tangerang akan mengurangi beban masyarakat, dengan menggelar operasi pasar bagi kebutuhan pokok.

"Supaya tak ada gejolak, operasi pasar bisa dilakukan. Paling tidak itu bisa mengurangi beban masyarakat," tuturnya.

Iskandar Zulkarnaen, anggota DPRD Kota Tangerang, yang ikut serta dalam sidak, berharap agar warga Kota Tangerang bersikap tenang dalam menyikapi kenaikan harga BBM.

"Pasti ada dampaknya, tapi kami akan berupaya bersama Pemkot Tangerang untuk mengurangi beban itu," ujarnya.

Kepada para pedagang kebutuhan pokok, Iskandar berpesan agar tidak memanfaatkan momen kenaikan harga BBM, dengan menaikkan harga setinggi-tingginya.

"Itu akan menyulitkan pedagang sendiri," katanya.

Sementara, para pedagang menyatakan harga kebutuhan pokok sudah naik dalam beberapa hari terakhir.

"Harga beras sudah naik dalam sebulan terakhir secara bertahap," jelas Ote, pedagang di Pasar Malabar.

Menurut Ote, besar kenaikan harga itu mencapai 10 persen. Misalnya, beras jenis IR 64 kualitas 4 yang tadinya Rp 6.000/kg, kini dijual Rp 6.500/kg.

Suyati, pedagang daging ayam potong mengungkapkan, harga komoditas itu naik cukup tinggi dari Rp 15.000/kg menjadi Rp 22.000/kg.

"Harga naik terus, hampir setiap hari. Belum lagi kalau harga BBM naik, harga bisa makin mahal," paparnya. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini