News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ibu Dimutilasi Anak

Polisi Ambil Bukti dari TKP Mutilasi

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Garis batas polisi (police line) dipasang didepan pagar sebuah rumah yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus mutilasi di Jalan Danau Mahalona, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Minggu (14/7/2013). Dari rumah tersebut ditemukan RA Siti Amini (80) sudah menjadi kerangka yang diduga dimutilasi oleh anaknya sendiri, Sigit Indra Tayana (45). Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) atas kasus mutilasi yang melibatkan pelaku Sigit Indra Tanaya (44) dan korban yaitu Siti Aminih (80).

Olah TKP dilakukan di rumah korban yaitu di Jalan Danau Mahalona E II Nomor 78 RT 18/04 Kelurahan Benhil Tanah Abang Jakpus.

"Perkembangan mutilasi dari tim labfor Mabes Polri, Polda dan Polres Jakpus sudah melakukan oleh TKP untuk mencari bukti," ucap Komisaris Besar Polisi RIkwanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Selasa (16/7/2013).

Rikwanto menjelaskan, berbagai barang bukti diambil untuk mengetahui korban meninggal dunia karena kecelakaan, jatuh di kamar mandi, atau dibunuh kemudian dimutilasi.

"Bukti yang diambil dari TKP yakni ceceran darah, sejumput organik bagian tubuh korban, dan beberapa barang lainnya," kata Rikwanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, kerangka manusia berupa tulang belulang ditemukan di Jalan Danau Mahalona E II No. 78, Sabtu (13/7/2013) pukul 22.30 Wib.

Rikwanto mengatakan, tulang belulang itu merupakan seorang wanita bernama Siti Aminih (80). "Kerangka kepalanya ada di dalam baskom, dilorong ruang tengah dan tulang-tulang lain disusun rapih berikut sebilah golok di lantai dapur," ucap Rikwanto.

Rikwanto menuturkan, menurut keterangan dari saksi bernama Bambang (54) yang merupakan anak korban diketahui kejadian berawal saat Bambang masuk ke rumah pukul 22.30 WIB.

Bambang yang berprofesi sebagai pelaut bertemu dengan Sigit dan langsung menanyakan ibunya. Saat ditanya, Sigit mengatakan ibunya meninggal. Mengetahui hal itu, Bambang menanyakan ke ketua RT dan disana tidak ada laporan perihal meninggalnya korban.

"Bambang lalu mengajak tetangganya bernama M Rusli mengecek rumahnya dan ternyata ditemukan tulang belulang yang diduga ibunya," ujar Rikwanto.

Setelah menemukan tulang belulang, Bambang kembali melapor ke pihak RT dan oleh pihak RT disarankan melapor ke Polsek. Karena Bambang menduga ibunya dibunuh oleh adiknya yang diduga stres.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini