TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selain faktor mengantuk, kecelakaan lalu lintas juga dipicu oleh sang pengemudi yang mengonsumsi narkoba atau minuman keras beralkohol sebelum mengemudikan kendaraan.
Didasari niat melindungi penumpang dan menekan risiko kecelakaan, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengerahkan armadanya untuk mengecek atau menguji urine (air kencing) para sopir bus angkutan Lebaran dari kemungkinan kandungan zat adiktif.
Salah satunya di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (1/8/2013). Para sopir bus diminta menyerahkan sample urine-nya kepada petugas BNN untuk dites.
Awak bus juga dites mental, berkaitan dengan kemungkinan mereka dalam kondisi depresi, mengantuk atau tekanan stres. Bila dalam pengujian terbukti mengalami gangguan mental, maka BNN meminta penggantian sopir yang lebih siap mental dan dalam kondisi sehat fisik.
Baca tanpa iklan