News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dirut KAI: Tidak Tutup Pintu KRL, Kereta Tidak Akan Jalan

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Hiruk pikuk penumpang kereta commuter line di stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (1/4/2013). Hari ini PT Kereta Api Indonesia memberlakukan perubahan grafik perjalanan kereta api (Gapeka). Penerapan Gapeka akan menambah jumlah perjalanan kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek di sejumlah rute yang nantinya juga akan berdampak pada waktu tunggu kedatangan kereta, dari biasanya kereta masuk stasiun setiap 15 menit menjadi sekitar 7 menit sekali. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Bintang Pradewo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignatius Jonan akan bersikap tegas kepada para penumpang KRL yang tidak menutup kereta ketika sedang berjalan. Pasalnya, hal itu bisa membahayakan keselamatan para penumpang.

"Pokoknya, kereta tidak akan berangkat kalau pintu belum benar-benar tertutup," kata Jonan saat konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (3/8).

Jonan menjelaskan adanya keterlambatan KRL yang disebabkan oleh antrean jadwal yang ada di stasiun tertentu. Antrean jadwal tersebut disebabkan karena kereta menunggu pintu KRL benar-benar tertutup sebelum meninggalkan stasiun.

"Biar sekalian tidak jalan kalau penumpang masih mengganjal pintu KRL," kata Jonan.

Kemudian, Jonan menambahkan keputusan PT KAI untuk tidak memberangkatkan kereta sebelum pintu ditutup untuk memberikan rasa aman kepada penumpang. Selain itu, melatih masyarakat untuk disiplin. Sebab, pintu kereta KRL commuter line yang terbuka saat berjalan sangat membahayakan penumpang.

"Jika nanti masih kedapatan penumpang yang mengganjal pintu kereta, langsung akan kami kenakan tindakan hukum," imbuhnya.

Terkait alasan penumpang yang menganjal pintu KRL karena kepanasan karena AC tidak berjalan, menurut dia, itu tidak dibenarkan. Pasalnya, untuk harga KRL sekarang sudah sangat murah dengan tarif progresif.

"Kalau mau bagus, pemerintah harus mengeluarkan subsidi lebih banyak," pungkasnya.(bin)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini