TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hilangnya 4 artefak emas dari Museum Nasional atau Museum Gajah, yang dilaporkan ke polisi, Kamis (12/9/2013) lalu, sampai saat ini belum juga ada kejelasannya.
Selain itu, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini, walau mencurigai 5 orang saksi yang merupakan staf museum.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto menuturkan, pihaknya masih melakukan penyidikan atas kasus ini dan mencari keberadaan 4 artefak yang raib dari museum nasional.
Ke 4 artefak itu memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi dan tak dapat dinilai dengan uang.
Rikwanto menuturkan, pihaknya sangat yakin 4 artefak yang hilang itu masih berada di Indonesia dan belum lari ke luar negeri.
"Jika dilihat dari pintu-pintu untuk keluar negeri, yakni bandara dan pelabuhan, kami yakin ke 4 artefak itu masih berada di Indonesia," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Selasa (8/10/2013).
Menurut Rikwanto, sejak menerima laporan hilangnya 4 artefak itu, pihaknya langsung bekerjasama dengan pihak bandara dan Direktorat Jenderal Imigrasi.
Kerja sama dilakukan untuk mencegah larinya artefak ke luar negeri. Selain itu, kata Rikwanto, pihaknya juga bekerjasama dengan Interpol atau kepolisian internasional, jika sewaktu-waktu mereka mendapati ke empat artefak itu di negara lain.
"Sampai saat ini tidak ada laporan atau informasi keberadaan artefak itu di luar negeri. Karenanya kami yakin masih ada di Indonesia," kata Rikwanto.
Menurut Rikwanto, pihaknya memberikan gambar 4 artefak yang hilang itu ke pihak bandara dan Imigrasi juga Interpol.
"Secara fisik kami mendatangi pihak-pihak yang punya rute internasional. Kami berikan gambar-gambar dan foto artefak yang hilang itu. Jadi jika mereka menemukan barang seperti gambar yang dimaksud itu, agar ditahan. Karena itu barang milik Museum Gajah," papar Rikwanto.(bum)