News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Tawuran Pelajar Jakarta Terus Meningkat Tahun Ini

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Widiyabuana Slay
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Diva, siswa SMAN 70 memasang pita hitam sebagai tanda belasungkawa terkait tawuran pelajar antara SMAN 70 dan SMAN 6 di lengan temannya usai mengikuti upacara bendera di sekolah mereka di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, Senin (1/10/2012). Mereka kembali bersekolah setelah diliburkan selama lima hari karena peristiwa tawuran yang mengakibatkan satu siswa SMAN 6, Alawy Yusianto Putra meninggal dunia. KOMPAS/WISNU WIDIANTORO

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM - Kasus tawuran pelajar di Jakarta terus meningkat. Sepanjang tahun 2013 ini terjadi 112 kasus dengan menewaskan 12 siswa. Arist Merdeka Sirait, Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) menyebutkan, tawuran pelajar tersebut bahkan sudah menjalar ke daerah.

"Total kasus di seluruh Indonesia mencapai 255 kasus dengan total tewas 20 orang, terbanyak memang di Jakarta," kata Arist saat dihubungi Minggu (22/12/2013).

Dirinya menyebutkan, peristiwa tersebut tidak bisa sepenuhnya jadi kesalahan siswa tersebut. Tetapi dipicu sejumlah faktor seperti pergaulan, lingkungan serta peran pendidik. "Tapi pendidikan di lingkungan keluarga menjadi faktor sangat penting," katanya.

Berdasarkan catatan Komnas PA, sepanjang 2013 ini terjadi 255 kasus tawuran pelajar di Indonesia. Angka tersebut dinilai meningkat dibanding tahun 2012 sebelumnya yakni sebanyak 147 kasus.

Sedangkan untuk kasus tawuran pelajar di DKI Jakarta sebanyak 112 kasus pada 2013 juga mengalami peningkatan dibanding tahun 2012 yakni 98 kasus.

Menurut Arist, sikap pelajar yang bertindak kasar merupakan cermin dari kondisi lingkungan di sekitarnya. Karena itu ia berharap, lingkungan sosial dapat memberikan tuntunan yang positif bagi para pelajar tersebut.

Dirinya juga mendesak pemerintah pusat untuk mengevaluasi sistem pendidikan yang ada saat ini. Setidaknya ruang kreativitas bagi anak-anak usia sekolah harus tersedia agar energi pelajar tersalurkan secara positif.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini