News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ini Penyebab Lima Orang Tewas Keracunan Asap Genset Versi Polisi

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi genset

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Budi Sam Law Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus keracunan asap genset di Klinik Sapta Mitra di Jalan Pondok Timur, Bekasi Timur, Selasa (11/2/2014) yang sedikitnya menewaskan 5 orang, terjadi akibat asap genset di dalam ruangan bercampur dengan udara dari Air Conditioner (AC) atau pendingin ruangan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menerangkan, dari penyelidikan pihaknya serta keterangan saksi, kejadian ini berawal saat di klinik tersebut terjadi mati lampu pukul 01.00 WIB.

"Sehingga klinik akhirnya menggunakan atau menyalakan genset yang ada," katanya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (11/2/2014).

Menurut Rikwanto, awalnya genset yang dinyalakan, berada di luar ruangan klinik. Namun akhirnya genset dibawa ke dalam, tepatnya di bagian resepsionis klinik.

"Alasannya genset dibawa ke dalam, karena pihak klinik takut genset tersebut dicuri atau hilang saat dinyalakan itu. Namun akibatnya sangat berbahaya," kata Rikwanto.

Menurutnya genset lalu diletakkan di resepsionis. Namun pada akhirnya asap genset yang tidak keluar bercampur dengan udara AC atau pendingin ruangan yang menyebabkan keracunan.

Di klinik tersebut, katanya, teridentifikasi ada 9 orang korban yang ditemukan di TKP, dan kemudian dibawa ke RS Mitra Bekasi Timur.
Dari 9 korban itu, katanya, sedikitnya 5 orang meninggal dunia serta 4 lainnya dirawat.

Korban meninggal adalah dr Friska (dokter jaga klinik), Desi (karyawan pelayanan apotek), Ani (Staf Akunting), Oni (staf pelayanan) dan Slamet (perawat).

Sementara korban dirawat adalah Santi (Analis), Ifa (Analis), Herman (kurir), dan Siti Nurjanah.

"Korban meninggal dunia dibawa ke RSCM untuk divisum," kata Rikwanto.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini