News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bocah Disodomi

Lingkungan dan TV Berikan Pengaruh Paling Besar pada Anak

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait, tegah menenangkan AS ayah dari AE, Selasa (29/10/2013). Pada kesempatan itu, keluarga AE melapor ke Komnas Perlindungan Anak soal bukti adanya tindakan bullying ke AE dalam pembuatan video asusila di dalam kelas.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menjelaskan, selain keluarga, salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku anak adalah lingkungan  ia tinggal. Selain itu tayangan televisi juga dianggap dominan.

"Itu akibat tayangan televisi yang dapat mempengaruhi nilai-nilai yang dimiliki sang anak, sehingga perilaku anak menjadi keras," kata Arist saat dihubungi, Senin (12/5/2014).

Menanggapi kasus tewasnya Renggo Kadapi (11), siswa SDN 09 Makasar, Jakarta Timur yang diduga dianiaya oleh kakak kelasnya berinisial SY (13), Arist berpendapat, hal itu tidak akan terjadi karena jika guru dan lingkungannya baik.

Menurut dia, lantaran peritiwa kekerasan itu terjadi di lingkungan sekolah, maka semestinya pihak kepala sekolah dan guru yang bertanggungjawab.

"Penanganan harus bijak dan dilakukan pendekatan retorasi," katanya.

Berdasarkan catatan di Komnas PA menyebutkan kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia kerap meningkat setiap tahunnya. Tahun 2010, kasus kekerasan anak sebanyak 2.046 kasus, tahun 2011 sebanyak 2.462 kasus, tahun 2012 sebanyak 2.626 kasus dan pada 2013 mencapai 3.339 kasus. Sedangkan untuk tahun 2014 ini, Komnas PA mencatat kekerasan terhadap anak sebanyak 252 kasus.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini