News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ahok: Kita Tidak Bisa Jadi Pagar Ayu Orang Pacaran

Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tribunnews.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai, aparat pemerintah tak dapat mengontrol pemuda-pemudi yang gemar pacaran di flyover (jembatan penyeberangan). Karena, menurutnya, hal itu tergantung pada kesadaran masing-masing individu.

"Orang bisa pacaran di mana saja. Anda tidak bisa maksa kita jadi pagar ayu," kata pria yang akrab disapa Ahok itu, di Balaikota Jakarta, Jumat (16/5/2014).

Karena itu, untuk memberikan efek jera, Basuki mengaku lebih setuju apabila para pemuda pemudi yang berpacaran di jembatan penyeberangan langsung ditindak secara hukum oleh pihak kepolisian dengan pasal tindak pelanggaran lalu lintas. Meskipun, ia menilai, hal tersebut akan efektif apabila pihak kepolisian diberi wewenang untuk melakukan pengenaan sanksi secara langsung, tanpa harus melalui proses peradilan.

"Kalau berhenti, penindakannya sudah tugas polisi. Saya setujunya tilang biru. Kerja sama laporan, lihat di titik-titik mana saja yang sering digunakan," jelasnya.

Pacaran di jembatan penyeberangan merupakan hal yang sering ditemui di berbagai sudut kota Jakarta pada malam hari. Padahal, perilaku tersebut sangat berpotensi mendatangkan bahaya, tidak hanya dari sisi lalu lintas, tetapi juga kriminalitas.

Pada Selasa (13/5/2014) dini hari lalu, dua sejoli yang sedang memadu kasih di jembatan penyeberangan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Ari Winata (24) dan Shinta (21), disergap sekawanan perampok bersenjata tajam. Mereka meminta telepon genggam kedunya.

Ari mencoba untuk melakukan perlawanan. Namun, dia malah terkena sabetan golok. Dia pun tewas.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini