News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Lapak Digusur, PKL Monas Teriaki Satpol PP

Editor: Rendy Sadikin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pedagang kaki lima (PKL) marak di kawasan Monumen Nasional, Jakarta.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penertiban di kawasan Monumen Nasional (Monas) membuat marah para pedagang kaki lima (PKL) yang tengah berjualan di taman Monas. Mereka tidak terima lapaknya digusur dan diambil paksa oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Para PKL itu meneriaki dan memaki petugas Satpol PP yang mengangkut dagangan mereka. "Mikir pak ini soal perut. Kita dagang buat isi perut bukan ngotorin Monas," kata seorang pedagang dengan nada tinggi, Senin (16/6/2014).

Seorang pedagang lain yang berbaju merah juga meneriaki Satpol PP dengan kata-kata kasar dan tak memedulikan sekitarnya. Bahkan, ia terus berteriak sambil berjalan dan dicegah pedagang lain untuk tak berbuat onar.

"Mereka enggak punya hati. Main ngambil-ngambil aja. Main bawa-bawa aja. Pada enggak punya hati emang," kata wanita itu. "Ini pasar bayarnya pakai uang rakyat. Tempat ini punya rakyat. Jangan main ambil aja, Pak. Satpol PP sialan emang," kata pedagang lain.

Kekisruhan ini membuat aparat kepolisian yang ada di lokasi ikut mengawasi untuk mencegah adanya korban jiwa.

Kasie Operasi Satpol PP DKI Jakarta Darwis Silitonga mengatakan, petugas Satpol PP sudah biasa dimaki-maki PKL. Memang, katanya, PKL selalu mengeluarkan kata-kata kasar. Bahkan terkadang mereka membawa senjata tajam untuk menolak penertiban seperti ini.

"Sudah biasa terjadi. Mereka pasti nyalahi Satpol PP. Pasti ngomong kita itu kasar dan sebagainya. Tapi itu yang harus kita hadapi," kata Darwis.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini