TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Djarot Syaiful Hidayat mendatangi Balai Kota bertemu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah.
Pria yang diusulkan menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut datang dalam rangkan melakukan koordinasi menjelang dirinya dilantik mendampungi Ahok hingga 2017 mendatang.
"(Kedatangan saya) Dalam rangka kooidinasi. Fokus kami sekarang untuk mempercepat proses sambil menunggu Keppres keluar," ungkap Djarot di Balai Kota, Kamis (11/12/2014).
Dikatakan mantan Wali Kota Blitar ini pun ingin mengetahui pekerjaan yang akan dihadapinya setelah dilantik menjadi Wakil Gubernur. Satu diantaranya yang akan menjadi PR Djarot adalah perombakan 6000 pegawai negeri sipil (PNS) pada akhir tahun 2014.
Dikatakan dia, perombakan sebetulnya mudah tetapi yang sulit sebetulnya mengubah pola pikir para PNS. Perubahan tentu bisa dilakukan selama ada dorongan kemauan dari para PNS di lingkungan DKI Jakarta dengan didasari hati yang bersih untuk melayani.
"Perombakan itu relatif mudah. Sulit itu mengubah mindset. Sekarang sudah cukup bagus, tapi dia harus lebih berani lagi mengambil keputusan, berani bertanggungjawab. Harus punya kreativitas dan inovasi," ungkapnya.
Baca tanpa iklan