TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI golongan bawah menjerit akibat terlambatnya pembayaran gaji. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya harus gali lobang tutup lobang.
Contohnya Amsori, PNS Golongan 2B mengaku dirinya sudah menantikan gaji turun selama satu pekan ini. Tetapi hingga saat ini uang yang menjadi harapannya untuk mencukupi kebutuhan hidup dirinya dan keluarga tak kunjung turun. Terpaksa untuk sementara ia harus meminjam uang.
"Iya nih belum gajian. Perombakan bukan makin bener malah makin bobol nih. Biasa, mau nggak mau kanan kiri. Gali lobang tutup lobang (untuk kebutuhan sehari-hari)," ucapnya saat ditemui di Balai Kota, Rabu (7/1/2015).
Ia merasa segan untuk menanyakan alasan keterlambatan pembayaran gaji kepada atasannya. Ia tidak mau akibat pertanyaannya justru malah membuat masalah semakin rumit. Akhirnya ia memimilih menunggu gajinya turun.
Amsori pun menganggap alasan keterlambatan pembayaran gaji akibat rombak jabatan sebagai lagu lama. Ia justru menilai orang sebelumnya yang biasa mengurus gaji sudah masa bodoh akibat terkena perombakan jabatan sehingga kewajibannya dibiarkan begitu saja.
"Tapi bisa saja, soalnya baru kemarin perombakan, jadi yang lama tidak mau memberi tahu caranya ke yang baru. Dah pada bodo amat," ucapnya.
PNS lainnya pun mengaku sama belum menerima gaji, Rini seorang PNS golongan 2B di Pemprov DKI Jakarta mengaku tidak terlalu berpengaruh bagi kehidupan keluarganya akibat gaji terlambat dibayar karena kebetulan suaminya bekerja.
"Untungnya masih ada suami. Jadi agak mendingan," ucapnya.
Baca tanpa iklan