News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ibunda Ikhlaskan Kepergian 'Fitri Spiderkid'

Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ibunda Fitri Spiderkid menceritakan kisah pilu putrinya dipukuli sebelum akhirnya tewas disambar KRL Commuter Line.

 TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Dengan berderai air mata, Sumarni (49), ibunda Fitri Aulia (14) alias Pipit Spiderkid mengaku sudah mengikhlaskan kepergian putrinya.

Berdasarkan cerita ibunya, Pipit sempat dipukuli dua kali pada pagi dan sore hari sebelum meninggal.

"Saya tahu siapa yang mukulin Pipit. Tapi saya nggak mau balas dendam. Saya nggak mau perpanjang. Saya ikhlas. Biar Tuhan aja yang balas," kata Sumarni saat ditemui dikediamannya, Kamis (4/2/2016).

Sumarni tidak mau menyebut nama orang yang menganiaya Pipit sedemikian rupa.

"Saya nggak mau perpanjang masalah. Saya takut malah saya diusir dari lingkungan sini," kata Sumarni.

Ditinggalkan Pipit, Sumarni kini hanya hidup bersama kakak Pipit, Anto (20) yang menderita hydrocephalus.
Ayah Pipit sudah meninggal beberapa tahun silam akibat sakit.

Kapolres Tangsel AKBP Ayi Supardan mengatakan pihaknya belum mendengar laporan Pipit sempat dikeroyok sebelum tewas.

“Informasi yang kami terima, korban tersenggol kereta di Pondok Ranji. Tidak ada laporan dipukuli, " kata Ayi.

Menurut Ayi, keluarga Pipit pun juga tidak mau memperpanjang masalah ini dan sudah mengikhlaskannya.

"Kalau memang perbedaan saksi, kami tidak tahu. Yang jelas kami mendapatkan keterangan sesuai apa yang disampaikan saksi di lokasi kejadian," katanya.

Diberitakan sebelumnya Warta Kota, Fitri Aulia (14), atau lebih dikenal dengan alias Pipit 'Spiderkid'' menghembuskan napas terakhirnya setelah tubuhnya tersenggol KRL Commuterline yang sedang melaju di rel Stasiun Pondok Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (3/1/2016). (Banu Adikara)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini