News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Polemik Kalijodo

Ahok: Uang Lendir Enak Begitu Mana Mau Kerja Capek

Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Laporan Wartawan Warta Kota, Mohamad Yusuf 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Para Pekerja Seks Komersial (PSK) kawasan Kalijodo, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, mengaku siap jika lahan tempatnya mencari uang digusur.

Namun, mereka meminta pekerjaan untuk menggantikan profesinya sebagai PSK.

Menyikapi hal tersebut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pesimis bila para PSK di Kalijodo mau beralih profesi.

"Sekarang mau kerja apa? Kerja PPSU mau nggak? Uang lendir enak gitu mana mau kerja yang capek lu. Lu ngomong ama gua," kata pria yang akrab disapa Ahok di Balai Kota, Selasa (16/2/2016).

Menurut Ahok, para pekerja tersebut, kebanyakan bukanlah warga yang memiliki KTP DKI.

Sementara, pihaknya hanya akan menyediakan lahan pekerjaan dan rumah susun bagi warga yang memiliki KTP DKI saja.

"Kita ada perumahan (Rusun) ada, itu rata-rata nggak KTP DKI," katanya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, berencana melakukan penggusuran di Kawasan Kalijodo tersebut.

Pasalnya, kawasan termasuk dalam Ruang Terbuka Hijau (RTH). 

"Ahok Kejam, Jangan Dipilih Lagi"

Lina (45), seorang warga Kalijodo, mengatakan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama bertindak semena-mena karena berupaya menertibkan Kalijodo. 

Dia menilai upaya penertiban tidak memperhatikan nasib warga.

Warga tak hanya semata-mata mencari nafkah dari praktik prostitusi tetapi dari hal lain seperti pedagang kaki lima. 

"(Ahok,-red) Banyak yang tak senang. Soalnya kejam. Mana-mana dibongkar. Jangan dipilih lagi," tutur Lina kepada wartawan ditemui di kawasan Kalijodo, Senin (15/2/2016). 

Lina merupakan penjual makanan di kawasan Kalijodo.

Dia mengontrak rumah di tempat itu.

Meskipun tempat berjualan berada di depan area lokasi, namun apabila penertiban terjadi maka dia juga terkena dampak.

"Di sini mengontrak, tetapi pastilah namanya dibongkar. Semua kena. Kalau dibongkar harus tepat waktu. Jangan asal begitu," kata dia. (Glery Lazuardi)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini