News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Lima Orang Alami Luka Bakar Akibat Ledakan Tabung Gas Tiga Kilogram di Pulo Gadung

Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tabung Gas tiga Kilogram (ilustrasi)

 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ledakan tabung gas 3 kilogram terjadi di sebuah gudang gas di Jalan Sodong No 67 RT 06 RW 11, Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (18/2/2016).

Akibatnya lima orang yang seluruhnya karyawan, mengalami luka bakar.

Kelima korban tersebut masing-masing atas nama Zepriyanus (26) yang mengalami luka bakar di kaki kanan dan kiri dan sudah diperbolehkan pulang.

Sementara empat lainnya Martinus (28) luka bakar di kaki kanan dan kiri, Arie Putra (24) luka bakar di muka dan kaki, Ferdinandus (31) luka bakar di lengan kanan, pinggang, dan kaki kanan kiri.

Serta M Parino (34) luka bakar di muka, dada, dan tangan kanan kiri.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol M Agung Budijono mengatakan kebakaran diduga akibat percikan api dari colokan listrik yang menyambar tabung gas.

"Pengakuan salah satu korban, saat menyalakan kipas angin tiba-tiba ada percikan api dari colokan listrik. Percikan api ini kemudian menyambar gas yang berada di dekat kipas," ujar Agung.

Agung menceritakan korban menduga gas tersebut bocor saat diturunkan dari dalam mobil.

Pasalnya karyawan gudang gas tersebut menurunkan tabung gas dengan cara dilempar dari mobil.

"Sementara itu untuk dugaan pengoplosan isi tabung gas, masih kita selidiki apakah benar atau tidak," ungkapnya.

Terkait kondisi korban luka bakar, Agung mengatakan saat ini empat dari lima korban yang ada masih menjalani perawatan di RS Persahabatan.

"Total ada lima orang yang jadi korban dan semuanya merupakan karyawan gudang gas. Rata-rata luka bakar yang dialami 20 sampai 30 persen, khusus untuk Zepriyanus, korban sudah diperbolehkan pulang," jelasnya.

Sementara itu Ketua RW 11 Kelurahan Cipinang Ibrahim mengatakan gudang gas tersebut sempat ditutup pada tahun 2014 silam.

Pasalnya ketika itu warga setempat tidak setuju dengan keberadaan gudang gas tersebut.

"Warga menolak karena takut terjadi apa-apa, kalau ada ledakan atau bagaimana. Kemarin itu sudah sempat tutup, tapi ini tiba-tiba muncul lagi. Kita juga enggak tahu apa ini gudang gas ilegal atau enggak," katanya. (Junianto Hamonangan)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini