News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gara-gara Pidatonya di Perayaan Natal, Yenny Wahid Trending Topic di Twitter

Penulis: Robertus Rimawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktur Wahid Institute, Yenny Wahid saat membawakan pidato singkat pada acara perayaan Natal dan Tahun Baru 2017 MPR-DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/1/2017).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pidato Yenny Wahid jadi viral di dunia maya. Namanya bahkan jadi trending topic di Twitter, Sabtu (28/1/2017).

Pantauan TRibunnews.com hingga pukul 19.12 WIB, Yenny Wahid berada di posisi sembilan dari 10 trending topic.

Tadi sempat berada di posisi delapan.

Kenapa Yenny Wahid tiba-tiba populer?

Ternyata ia mengeluarkan pernyataan yang mengundang perhatian publik.

Kompas.com melaporkan Direktur Wahid Institute Yenny Wahid menegaskan, mayoritas umat Islam di Indonesia adalah umat yang memiliki tingkat toleransi tinggi dan memberikan ruang bagi sesama warga Indonesia untuk beribadah sesuai kepercayaan masing-masing.

Kelompok yang saat ini memancing keributan di publik menggunakan isu agama, kata dia, hanyalah minoritas dan bukan merupakan wakil dari umat Islam di Indonesia.

Hal itu disampaikan Yenny saat membawakan pidato singkat pada acara perayaan Natal dan Tahun Baru 2017 MPR-DPR-DPD RI, Jumat (27/1/2017) kemarin.

"Mereka adalah kelompok kecil, kelompok minoritas. Tapi memang berisik, jadi kuatnya karena berisik saja. Tapi tidak didukung oleh kelompok mayoritas muslim," kata Yenny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat.

Menurut Yenny, mayoritas Muslim di Indonesia sangat menyadari bahwa bangsa terdiri dari banyak orang yang memiliki latar belakang beragam.

Janji kemerdekaan, janji kedaulatan, janji kemakmuran dan janji keadilan, ujarnya, tak hanya diberikan kepada satu mayoritas namun kepada seluruh bangsa Indonesia.

"Dan janji generasi kita adalah membawa keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Itu tidak bisa dicapai tanpa adanya persatuan," ucap putri (Alm) Abdurrahman Wahid itu.

Seluruh komponen bangsa, kata Yenny, sama dan setara di mata hukum dan konstitusi.

"Kalau ada yang mengganggu, kami semua dari Nahdatul Ulama siap untuk tetap mengawal keutuhan negara kita. Membantu mereka-mereka yang didiskriminasi," tuturnya.

Tanggapan netizen

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini