TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Debat calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta telah digelar dua kali. Pertanyaannya, seberapa besar pengaruh debat putaran kedua terhadap sikap pemilih?
Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad mengatakan pengaruhnya sangat besar. Apalagi Jakarta adalah Ibukota. Pemilihnya relatih memiliki latar belakang pendidikan menengah ke atas.
Kemudian, ia melanjutkan, mereka memiliki pengetahuan lebih baik dan tentunya mendapatkan informasi juga lebih baik.
"Sehingga event apapun itu, di mana event itu memberi informasi yang lebih kepada pemilih, itu pasti akan berpengaruh. Pemilih kita cerdas," ucapnya.(*)
Baca tanpa iklan