News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilgub DKI Jakarta

Timses Ahok-Djarot Berharap Warga Jakarta Manfaatkan Hak Politiknya di Putaran Dua

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pasangan calon (paslon) Pilkada DKI Jakarta nomor pilihan dua, Ahok-Djarot

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Basuki-Djarot (Badja) menyambut baik hasil survei Charta Politika Indonesia, yang menempatkan pasangan nomor pemilihanbdua mengungguli Anies-Sandi.

Sekretaris Tim Pemenangan Basuki-Djarot (Badja), Tubagus Ace Hasan mengakui, hasil survei Charta Politika Indonesia menjadi angin segar dan kekuatan baru bagi tim pemenangan. Dirinya berharap hasil survei tersebut mencerminkan pada saat pemilihan 19 April 2017 mendatang.

"Harapan kita betul-betul masyarakat memanfaatkan hak politik, secara damai, aman, tertib dengan penuh kegembiraan. Tidak perlu intimidasi, kekerasan," kata Ace di Media Center Cemara, Jakarta Pusat, Sabtu (15/4/2017).

Meskipun melihat hasil survei yang positif, dengan selisih dua persen Badja unggul atas Anies-Sandi, tidak membuat tim menjadi besar kepala. Harapannya tentu elektabilitas Badja akan terus bertahan saat pemungutan suara.

"Kami akan memenangkan pilkada, ini tidak hanya dilihat dari elektabilitas saja. Tapi dari hasil survey tingkat kepuasan publik kepada kinerja Ahok-Djarot. Juga keinginan Basuki-Djarot kembali memimpin," kata Ace.

Sementara itu, peneliti Formappi Sebastian Salang menilai, masa-masa seperti saat inilah momen yang penting bagi paslon untuk mengeluarkan semua strategi dalam bentuk apapun.

Terkait hasil survey, diakui, ada kecenderungan paslon yang telah sampai titik tertinggi (Anies-Sandi), akan mengalami perlahan menurun. Dari hasil Charta Politika Indonesia pun sudah dapat dilihat kondisi tersebut.

"Sekarang ini paslon nomor dua mengalami kenaikan. Isu sara, ras, penistaan agama perlahan dilupakan, ditinggalakan pemilih rasional," kata Salang.

Namun, diingatkan, survey bisa naik turun tergantung paslonnya, apakah akan melalukan blunder atau sebaliknya. Kalau paslon melakukan blunder, elektabilitas dapat terjun bebas.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini