News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilgub DKI Jakarta

Pemimpin Baru DKI Diminta Jaga Keberagaman

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anies Baswedan - Sandiaga Uno berpelukan merayakan kemenangan mereka di Pilkada DKI putaran II, Rabu (19/4/2017).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemimpin baru di DKI Jakarta mempunyai tugas menjaga keberagaman sebagai ciri khas kota metropolitan tersebut.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Institute and Public Policy, Taufan Hunneman.

"Keberagaman sebagai wajah Kota Jakarta harus bisa dipastikan dan dijamin sebab bagaimanapun kekuatan itu yang bisa dan dipunya Kota Jakarta," kata Taufan kepada wartawan, Kamis (20/4/2017).

Menurut dia, keberagaman telah membentuk kota itu menjadi salah satu kota yang maju dari segi pembangunan dan keberadabannya. Oleh karena itu, dia meminta agar keberagaman tetap dilestarikan.

“Perkembangan Jakarta sebagai kota yang beragam, modern dan pembangunan yang mungkin belum selesai baiknya tetap dijaga dan diselesaikan sebagai proses kesinambungan program sehingga jangan sampai ada proyek mangkrak yang akhirnya menambah persoalan lagi,” kata dia.

Berdasarkan hasil hitung cepat yang dikeluarkan sejumlah lembaga survei, pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut III, Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul atas pasangan Cagub-Cawagub nomor urut II, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Dia menjelaskan, hasil Pilkada DKI Jakarta merupakan wujud kedaulatan rakyat. Untuk hasil dan penetapan kemenangan paslon ditetapkan oleh KPU DKI Jakarta bukan lembaga survei.

Baca: Yusril Ucapkan Selamat, PBB Siap Lengserkan Anies-Sandi Jika Tak Penuhi Janjinya

Atas dasar itu, dia meminta para pihak menghargai proses penetapan di KPU DKI Jakarta dan mengacu pada hasil itu. Dia menilai, lembaga survei hanya indikator dari pemilih dan bukan hasil sesungguhnya.

Apabila ada kecurangan, maka kata dia, para pihak dapat menggunakan mekanisme hukum yang tersedia agar isu atau rumor soal kecurangan bisa di validasi dalam hukum.

"Selain itu, siapapun yang keluar sebagai pemenang dan ditetapkan KPUD harus dihormati dan dihargai sehingga para pihak harus mengedepankan dan menjaga persatuan dan kesatuan," tambahnya.

Taufan menilai Pilkada DKI Jakarta 2017 menguras banyak energi sehingga ke depan semua komponen bisa bersatu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini