Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj menilai tindakan main hakim sendiri, termasuk aksi persekusi adalah hal yang tidak bisa dibenarkan.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk melawan persekusi.
"Ya lawan, Banser (NU) siap lawan," ujar Said Aqil Siroj kepada wartawan di pesantren Al-Tasqafah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (2/6/2017).
Persekusi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah perburuan sewenang-wenang terhadap seseorang atau sekelompok orang.
Kata persekusi menjadi populer, setelah video kekerasan oleh sekelompok orang yang mengaku anggota sebuah ormas, terhadap seorang remaja berusia 15 tahun, berinisial PMA.
Dalam video tersebut, tampak kelompok tersebut melakukan intimidasi terhadap PMA, dan seorang diantara anggota kelompok tersebut, diketahui melakukan penamparan terhadap bocah itu.
Diduga aksi tersebut dipicu pernyataan PMA yang diunggah melalui akun media sosialnya, yang dianggap menghina Islam dan ulama, khususnya Habib Rizieq Shihab.
Atas peristiwa tersebut, Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian angkat bicara.
Ia mengaku sudah memerintahkan anak buahnya untuk menindaklanjuti aksi tersebut.
Belakangan diketahui, jajaran Polres Metro Jakarta Timur, mengamankan dua orang terkait penganiayaan PMA itu.